Jakarta, Kelompok ngopi dan mikir (KOPIKIR) Dengan Tema “Gerakan Mahasiswa dan Relasi Politik”, Bareng HIMMAH NWDI Jakarta Gita Purnadi yang akrab di sapa dengan panggilan “bang gito” menjelaskan mahasiswa bukan hanya sibuk dengan urusun-urusan akademik saja, tetapi mahasiswa harus menyibukkan diri dengan persoalan kebangsaan hari ini. Jangan sampai manusia hanya terjebak pada romantisme dan janji palsu IPK tinggi namun nihil dari manfaat. Kehadiran mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam melawan kebijakan-kebjakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Presiden mahasiswa IAIH Pancor 2006 ini juga menegaskan bahwa mahasiswa harus berani bersuara terkait dengan kondisi Demokrasi dan Penegakan Hukum. Polemik kebangsaan kita hari ini harus menjadi diskusi serius teman-teman aktifis HIMMAH NWDI Jakarta yang secara langsung berada di jakarta harus bisa lebih peka terhadap dinamika-dinamika kebangsaan hari ini.
Selain itu Ketua Umum Jaringan Kerja Rakyat Nasional (Jangkarnas) juga menjelaskan belajar dari sejarah panjang pergerakan mahasiswa dari tahun ke tahun telah menorehkan berbagai pristiwa penting yang memberikan dampak besar terhadap perubahan bangsa ini. Peristiwa penting itu bukan hal yang ujuk-ujuk terjadi, tentu itu melalui proses diskusi dan kajian yang mendalam sehingga gerakan mereka menjadi tajam dan tidak kosong nilai. Ketika berbicara tentang Kebijakan maka pemahaman Politik menjadi penting untuk menyelami proses-proses bagaimana kebijakan itu di munculkan disitulah kemudian relasi politik itu menjadi penting.
Di akhir sesi aktifis Muda NWDI ini menegaskan bahwa peningkatan Kapasitas diri menjadi sangat penting untuk melakukan perubahan. Proses Analisis Sosial, Analis Kebijakan dan lain sebagainya menjadi penting di tengah Aris media yang begitu cepat hari ini. Terakhir beliau mengutip sabda dari Tan Malaka “Jika pendidikan Tinggi menjauhkan mahasiswa dari mereka yang hanya tahu sawah dan cangkul, maka lebih baik pendidikan tinggi itu di tiadakan”.



