Kisah Inspiratif : -22- Engkau Berbohong Solat karena Sesuatu

Kisah
Kisah
banner post atas

Telah diceritakan oleh Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam Kitab Mukasyafatul Qulub halaman; 20-21 bahwa seorang lelaki telah menjalankan solat, ketika sampai bacaannya pada “إياك نعبد“ terlintas dalam hatinya bahwa dirinya telah beribadah karena Allah, maka dia pun mendengar suara memanggil dan berkata;”engkau telah berbohong, engkau telah menyembah makhluk”. Kemudian lelaki tersebut menyadari dan memperbaiki hatinya, dan ketika sampai pada ayat “إياك نعبد“ ia pun merasakan sesuatu dalam hatinya, lantas mendengar kembali suara memanggil dan berkat; ”engkau telah berbohong, engkau telah menyembah raja”.

Kemudian lelaki tersebut menyadari dan memperbaiki hatinya dan bersedekah dengan harta-bendanya, kemudian ia memperbaiki hatinya dan menjalankan solat seperti sebelumnya, dan ketika sampai pada ayat “إياك نعبد“ dia pun masih mendengar suara yang sama, lantas dia bersedekah dengan seluruh pakaian yang dimilikinya kecuali yang dia gunakan, dan dia pun menjalankan solat seperti sebelumnya, dan sekarang mendengar panggilan yang berkata;”الاآن صدقت إنما تعبد ربك” sekarang engkau telah benar-benar solat karena Tuhanmu”.

Subhanallah, betapa sering kita mengingat Allah dalam solat kita dan berapa sering kita melupakan Nya dalam ibadah yang kita lakukan?. Solat yang semestinya menjadi media komunikasi kita dengan Rabbul Baraya terkadang atau bahkan kerap kali kita hanya menjadikannya sebagai media pelepas penat, penghilang letih dan bahkan menjadi “beban” yang terselesaikan. Seringkali kita mendengar ucapan;”Alhamdulillah, telah selesai menjalankan solat, telah hilang beban yang ada di dalam diri kita”. Atau betapa banyak antara kita yang mengatakan;”Mari kita solat, supaya terbebas dari kewajiban dan agar tidak merasa terbebani”.

Iklan

Solat seharusnya dapat menjadi media untuk merasakan keheningan dari dunia fana’ menuju kepada kehalusan interaksi dengan Sang Maha Kuasa, solat semestinya dapat menjadikan kita lebih khusu’ dalam kehidupan, khusu’ dalam berjalan dengan terfokus kepada mencari ridha Nya semata, khusu’ dalam berbicara berarti apa-apa yang keluar dari mulut kita mestinya yang baik dan tidak menyakitkan siapa pun yang mendengarnya, khusu’ dalam mencari rezeki berarti kita tidak mencari kecuali yang halal.

BACA JUGA  Polda NTB : Tanpa Di Bantu Media Kepolisian Tidak Bisa Mendapat Dukungan Masyarakat.