Khutbah Jum’at Edisi 11 Juli 2025 Perbanyaklah Bersyukur

Khutbah Jum’at Edisi 11 Juli 2025 Perbanyaklah Bersyukur

Khutbah Jum’at Edisi 11 Juli 2025

Perbanyaklah Bersyukur

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari kiamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Hadirin jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah

Berbicara tentang nikmat Allah, tentu ini pembicaraan yang mesti terus diutamakan dan menjadi prioritas dalam kehidupan. Mengapa demikian? Karena sejatinya nikmat Allah tersebut senantiasa tercurah setiap hari tanpa pernah berhenti sedikitpun. Kita bisa melihat dan merasakan bahwa nikmat demi nikmat tercurah dari sejak kita masih bayi, sampai dengan usia kita saat ini. Kalau saat ini kita berusia 40 tahun, berarti sudah 40 tahun kita menerima nikmat Allah yang tidak ada jedanya. Kalau saat ini kita berusia 50 tahun, berarti sudah 50 tahun kita menerima nikmat Allah yang tidak ada putusnya. Kalau saat ini kita berusia 60 tahun, berarti kita sudah menerima nikmat Allah selama 60 tahun yang tidak ada habisnya. Demikian seterusnya.

Ada banyak nikmat yang terus tercurah kepada kita, diantaranya adalah nikmat memiliki badan sehat, nikmat akal sehat dan nikmat harta benda. Ketiga nikmat ini terus tercurah setiap hari kepada seluruh umat manusia, baik mereka yang beriman atau mereka yang kafir. Orang ahli ibadah mendapatkan nikmat demikian mengalir dalam semua keadaan. Demikian juga orang ahli maksiat yang bergelimang dalam dosa, senantiasa mendapatkan nikmat yang sangat banyak dan sempurna adanya.

Dengan nikmat badan yang sehat banyak hal yang dapat diperbuat dengan leluasa dan sepuasnya, karena seluruh organ tubuh berfungsi secara normal dan sempurna. Orang yang badannya sehat pasti bisa berbicara apa saja, dapat melihat segala sesuatu yang ada di sekitarnya, dapat berjalan kemanapun hendak pergi, dapat berangkat kemanapun hendak menuju, dapat istirahat bila badan terasa lelah, capek dan penat. Demikian juga tugas apapun dapat terlaksana dengan baik, indah dan sempurna. Bagi siapapun yang dapat menggunakan badan yang sehat secara optimal, niscaya akan mendapatkan segala sesuatu yang sangat berharga dan bermanfaat bagi kehidupan di alam dunia yang fana ini.

Dalam badan yang sehat, ada akal sehat yang merupakan nikmat yang sangat besar dan tak ternilai harganya diberikan kepada semua umat manusia. Dimana dengan akal sehat tersebut, bisa berpikir hal-hal yang positif dan bermanfaat, bisa berpikir yang maslahat untuk umat manusia dan lingkungan sekitar, bisa berpikir yang benar dan tepat dalam segala hal yang diperlukan dalam kehidupan. Dan dengan akal sehat, mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas, mana yang positif dan mana yang negatif. Demikian seterusnya. Apabila akal saat ini benar-benar difungsikan sesuai dengan petunjuk agama, niscaya mampu menunjukkan ide-ide yang besar dan karya-karya yang hebat tersebar di alam dunia.

Selanjutnya nikmat yang tak kalah hebatnya adalah nikmat memiliki harta benda yang demikian banyak telah kita nikmati dan digunakan sesuai dengan fungsinya. Dengan nikmat harta benda ini, kita dapat membeli apa saja, seperti membeli rumah, kendaraan, peralatan, pakaian dan lain sebagainya. Dengan nikmat harta benda kita bisa membangun sarana dan prasarana berupa tempat ibadah, pendidikan, rumah sakit, gedung pertemuan, perkantoran, pabrik dan lain sebagainya. Dan yang tak kalah pentingnya dengan nikmat harta benda kita dapat berbagi kepada mereka yang benar-benar membutuhkan pertolongan oleh karena kesulitan ekonomi yang mendera selama ini.

Segala sesuatu apapun bentuknya di dunia ini pasti membutuhkan harta benda untuk menopang terlaksananya apa yang menjadi hajat dan program yang sudah direncanakan. Memang harta  bukan segala-galanya, tetapi anehnya kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali bila ada harta yang mendukungnya. Maka gunakanlah harta benda tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Hadirin jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah.

Oleh karena demikian banyaknya nikmat yang tercurah di dunia ini, sungguh tidak sanggup rasanya kita menghitungnya, dari nikmat lahir hingga nikmat batin. Demikian juga adanya udara, sinar matahari, sinar bintang dan rembulan, cuaca yang mendukung dan lain-lain. Semua ini adalah nikmat yang akan diperhitungkan dan diminatai pertanggungan jawab kelak di hari kemudian. Allah menegaskan di dalam Alquran surat An Nahl ayat 18 bahwa andaikata manusia menghitung semua nikmat yang telah diterima atau yang belum diterima, maka pasti tidak akan pernah sanggup menghitungnya walaupun dengan alat komputer yang tercanggih di zaman modern saat ini.

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝١٨

Artinya: Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl 16:18)

Semua nikmat yang telah kita terima itu ,Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanya minta satu saja yaitu syukuri. Oleh karena itu wahai saudara sekalian, mari kita perbanyak bersyukur dan jangan banyak mengeluh karena keluhan itu justru akan membuat semakin sempit jalan hidup kita. Bersyukur yang benar itu dengan dua cara yaitu bersyukur dengan lisan dan bersyukur dengan perbuatan. Bersyukur dengan lisan tidak henti-hentinya kita mengucapkan alhamdulillahirobbilalamin dalam semua keadaan yang ada. Dan bersyukur dengan perbuatan, kita gunakan semua nikmat tersebut untuk kebaikan dan amal saleh guna menyempurnakan ibadah kepada-Nya. Jika kita bersyukur pasti Allah akan menambah nikmat-nikmat yang ada dan akan terus kekal selama-lamanya. Tapi sebaliknya apabila kita tidak pandai bersyukur dan cenderung menggunakan nikmat tersebut padahal hal-hal yang tidak dibenarkan, niscaya siksa Allah itu sangat pedih, na’udzubillah. 

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

Artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim 14:7).

Demikian Khutbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan melalui mimbar khutbah yang terhormat ini. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

Bekasi, 15 Muharram 1447 H/11 Juli 2025 M

Bagi yang membutuhkan teks khutbah jumat ini dapat mendownloadnya di bawah!

Khutbah Jumat perbanyaklah bersyukur

Penulis : Marolah Abu Akrom Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta)

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA