KHIDMATNYA HAUL KE 4 WAFATNYA IBU NGISA BINTI MARSA

KHIDMATNYA HAUL KE 4 WAFATNYA IBU NGISA BINTI MARSA

Kehidupan dan kematian adalah dua hal yang selalu beriringan dan berpasangan terjadi ditengah-tengah kehidupan manusia. Dimana ada kehidupan disitu ada kematian. Setiap hari ada yang menjalani kehidupan dengan segala kesibukannya dan setiap hari juga ada saja yang meninggal mengakhiri perjalanan hidupnya di dunia ini. Maka dari itu marilah kita isi kehidupan yang fana’ ini dengan segala hal yang bermakna sebelum sang ajal datang merenggut nyawa kita.

Ketika terjadi suatu kematian, tradisi di Indonesia biasanya umat Islam melakukan doa selamat untuk si mayit dari hari pertama hingga hari ke tujuh. Kemudian doa selamat dilakukan pada hari ke 40, selanjutnya pada setiap tahunnya yang lazim dinamakan Haul. Haul itu maknanya mengenang dan memperingati tahun wafatnya almarhum/almarhumah dengan mengundang karib kerabat dan handai tolan, tidak lupa mengundang para tokoh dan alim ulama setempat. Dalam Haul ini diisi dengan kegiatan yang sangat bermanfaat, baik bagi si mayyit atau para hadirin yang memperingatinya. Diantaranya kegiatan yang dilakukan adalah membaca Al Quran, zikir dan doa bersama yang pahalanya diniatkan untuk si mayit. Setelah itu ada taushiyah tentang persiapan menuju kematian, sekaligus mengenang kebaikan-kebaikan almarhum/almarhumah untuk dijadikan teladan bagi keluarga dan jama’ah yang hadir pada acara Haul tersebut.

Demikian pula yang dilakukan oleh keluarga besar Bapak Carmi yang ada di Blok Bentuk Kidul RT. 003/004, Gintung Tengah, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat pada hari Jumat, 1 Januari 2021 pukul 13.30 WIB yaitu mengadakan kegiatan Haul ke 4 wafatnya almarhumah Ibu Ngisa binti Marsa.

Dalam haul ke 4 ini, dihadiri oleh keluarga besar almarhumah, juga hadir karib kerabat, tetangga dan handai tolan, tokoh dan alim ulama’, serta jama’ah mushalla Asy Syafi’iyyah yang ada di Blok Bentuk Kidul. Kegiatan haul ini diisi dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang tokoh dan ulama’ setempat Ust. Iwan Mulyana S.Pd. Semua bacaan zikir dan doa tersebut diniatkan pahalnya untuk almarhumah Ibu Ngisa binti Marsa, Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, kuburnya lapang penuh nikmat bagaikan surga diantara taman surga (raudhah min riyadhil jannah) dan kelak di akhirat Allah tempatkan di surga Firdaus yang kekal abadi bersama baginda Rasulullah SAW.

BACA JUGA  Patroli PPKM Mikro Sasar Toserba Megasari
BACA JUGA  Jutaan Vaksin AstraZeneca di Perkirakan Tiba di Kuartal 1 Tahun ini

Bila mengenang masa hidup almaruhumah, banyak sekali kebaikan dan sifat terpuji yang dapat diteladani oleh anak cucu dan keluarga besar. Diantara kebaikan dan sifat terpuji beliau adalah selalu semangat dalam menjalani hidup, taat beribadah, rajin mengaji, perhatian, ramah, peduli, sabar dan selalu ringan tangan membantu orang lain. Dalam menididik anak-anaknya pun tidak pernah melakukan kekerasan seperti marah atau memukul. Semua anak-anaknya dididik dengan kelembutan, kasih sayang dan menunjukan rasa cintanya yang tulus, sehingga anak-anaknya tumbuh menjadi generasi yang shalih dan shalihah, berbakti kepada kedua orang tuanya dan taat dalam menjalankan ibadah.

Almarhumah Ibu Ngisa yang baik itu dipanggil oleh Allah 4 tahun yang lalu tepatnya pada hari Sabtu, 31 Desember 2016 pukul 23.55 WIB setelah menjalani perawatan atas penyakitnya selama tiga hari di Rumah Sakit Sumber Waras. Beliau dishalatkan di mushalla Asy Syafi’iyyah dan dimakamkan di pemakaman umum Gintung Tengah, Ciwaringin, Cirebon. (Amr)

Cirebon, 18 Jumadil Awwal 1442 H/2 Januari 2021 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA