Ketua FWMO : Jangan Lecehkan Insan Pers, Wartawan Ibarat Satu Tubuh, Satu Yang di Sakiti, Semua Merasakannya.

Foto : Adegan Teatrikal Wartawan Lotim di Depan Kantor Pol PP.
banner post atas

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Internasional, 3 Mei 2021. Belasan wartawan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Aksi Solidaritas “Wartawan Menggugat” dengan aksi teatrikal di Kantor Bupati dan Kantor Satpol-PP Lombok Timur. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan arogansi oknum Anggota Satpol-PP Kabupaten Lombok Timur, kepada salah seorang wartawan pada tanggal 29 April 2021 lalu.

Foto : Demo Aksi Teatrikal di Kantor Bupati Lombok Timur-NTB.

Dalam selebaran dan pamflet yang dibawa oleh belasan insan pers Lombok Timur dalam aksi itu, terlihat poin-poin utama tuntutan yang diutarakan, salah satunya adalah pihak Pemda Lombok Timur harus bersikap tegas dan memecat oknum anggota Satpol-PP pelaku penganiayaan.

“Kami menuntut oknum Pol-PP yang melakukan tindakan arogan untuk ditindak tegas dan dipecat,” tegas Samsul Rizal selaku Ketua Forum Wartawan Media Online dan wartawan senior Lombok Timur dalam kesempatan aksi itu, Senin (03/05/2021).

Iklan
Foto : Demo Aksi teatrikal Wartawan Lotim, di Depan Kantor Pol PP Lotim.

Masih kata Rizal, aksi yang dilakukan itu juga merupakan bentuk simpati dan solidaritas bersama insan pers Lombok Timur, atas perlakuan yang dianggap tidak beradab oknum penegak Perda. “Kami satu tubuh, satu yang tersakiti, kami semua merasakan hal yang sama,” tegas dia lagi.

Mengingat laporan polisi telah dilayangkan oleh korban kepada pelaku (30/04) kemarin, maka dirinya menuturkan segenap insan pers berserta asosiasi-asosiasi media yang ada di Lombok Timur tanpa terkecuali akan mengawal perkenankan laporan itu.

“Satu suara kita akan kawal dan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Pihak kepolisian kami harap profesional dan mengatensi kasus ini. Ingat tugas jurnalistik kami dilindungi undang-undang,” pungkasnya.(Bul)

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Internasional, 3 Mei 2021. Belasan wartawan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Aksi Solidaritas “Wartawan Menggugat” dengan aksi teatrikal di Kantor Bupati dan Kantor Satpol-PP Lombok Timur. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan arogansi oknum Anggota Satpol-PP Kabupaten Lombok Timur, kepada salah seorang wartawan pada tanggal 29 April 2021 lalu.

BACA JUGA  MALAM INI, PW NW DKI JAKARTA AKAN MENGGELAR DIALOG AKHIR RAMADHAN DENGAN KUPU BRUNEI DARUSSALAM

Dalam selebaran dan pamflet yang dibawa oleh belasan insan pers Lombok Timur dalam aksi itu, terlihat poin-poin utama tuntutan yang diutarakan, salah satunya adalah pihak Pemda Lombok Timur harus bersikap tegas dan memecat oknum anggota Satpol-PP pelaku penganiayaan.

“Kami menuntut oknum Pol-PP yang melakukan tindakan arogan untuk ditindak tegas dan dipecat,” tegas Samsul Rizal selaku Ketua Forum Wartawan Media Online dan wartawan senior Lombok Timur dalam kesempatan aksi itu, Senin (03/05/2021).

Masih kata Rizal, aksi yang dilakukan itu juga merupakan bentuk simpati dan solidaritas bersama insan pers Lombok Timur, atas perlakuan yang dianggap tidak beradab oknum penegak Perda. “Kami satu tubuh, satu yang tersakiti, kami semua merasakan hal yang sama,” tegas dia lagi.

Mengingat laporan polisi telah dilayangkan oleh korban kepada pelaku (30/04) kemarin, maka dirinya menuturkan segenap insan pers berserta asosiasi-asosiasi media yang ada di Lombok Timur tanpa terkecuali akan mengawal perkenankan laporan itu.

“Satu suara kita akan kawal dan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Pihak kepolisian kami harap profesional dan mengatensi kasus ini. Ingat tugas jurnalistik kami dilindungi undang-undang,” pungkasnya.(Bul)