Kepala BPBD NTB, Sayangkan Rp.72 Milyar Uang Gempa Ngendap Di Bank.

0
252
banner post atas

Sinar5news.com –Selong – Rapat Koordinasi Percepatan Rahabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Tahan Gempa(RTG) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Yang dihadiri Kepala Pelaksaana BPBD NTB H.Akhsanul Khalik,S.Sos,M.H, Pimpinan OPD dan Forkopimda Lombok Timur,serta semua Pasilitator dibuka oleh Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy bertempat di Pendopo Bupati.Kamis(05/03/2020).

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Drs.Purnama Hadi dalam laporannya mengatakan jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa beberapa tahun lalu tercatat 10.266 unit dan yang sudah selesai dikerjakan atau sudah jadi 100% sebanyak 9.389 unit atau sama dengan 91,45%. Sedangkan yang sedang berproses seperti sedang melakukan penembokan,pemasangan atap dan pasang dinding kondisi saat ini ada 663 unit.

Iklan

Sedangkan rumah yang rusak sedang menurut datanya 4.772 unit rumah yang sudah terbangun 4.299 unit atau 90,09% kaami sebenarnya sudah menangani semuanya yang rusak sedang ini sdangkan yang sudah jadi 100% ada 2.202 unit atau 46,14% dan yang sedang berproses 1.898 unit yang sedang dalam proses perencanaan 199 unit dan yang belum masuk perencanaan 473 unit.

Purnama Hadi juga menambahkan jumlah rumah yang rusak ringan tercatat 12.581 unit yang sudah terbangun 12.069 unit,dengan prosentase 95,93%. Dari yang sudah terbangun ini ada yang sudah jadi 100% yakni sebanyak 6.100 unit atau 48,48%. Yang sedang berproses sebanyak 5.354 unit dan yang sedang dalam perencanaan sebanyak 615 unit dan yang belum dalam perencanaan 512 unit.
“Pada dasarnya pak Bupati banyak masyarakat yang sudah mengerjakan sendiri rumahnya terutama yang rusak sedang dan ringan, cuman yang manjadi masalah masyarakat minta ganti rugi dengan jumlah uang yang ada, tapi karena pada aturannya yakni pada juklak dan juknisnya-masyarakat harus menerima barang jadi ini yang sering menjadi masalah dilapangan,” Lapor Purnama Hadi.

Sementara itu Bupati H.M.Sukiman Azmy dalam kata sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam upaya rehabilitasi dan rekosntruksi pasca gempa sehingga rumah yang mengalami rusak berat tertangani dengan cepat. Masalah yang dihadapi saat ini justru terkait rumah yang mengalami rusak sedang (RS) dan rusak ringan (RR). Padahal tenggat waktu penyelesaiannya adalah 31 Maret.

Bupati Sukiman kembali menekankan agar mencari aplikator yang dapat dipercaya dengan baik atau bonafide. Selain itu diingatkannya pula bahwa Ramadan mendatang menjadi tolok ukur percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Lombok Timur.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik menyayangkan meskipun Lombok Timur termasuk progresif akan tetapi masih ada dana masyarakat yang mengendap di Bank sebesar tak kurang dari Rp. 72 Milyar. Hal ini pula yang menyebabkan progress di Lombok Timur tidak berjalan baik karena belum didebet ke rekening Pokmas.

Demikian halnya data penerima yang dinilai masih belum diketahui dengan baik. Oleh karena itu ia menyarankan agar data penerima (by name by addres) dibagikan kepada Camat dan Kepala Desa. Ahsanul juga menyarankan upaya percepatan dapat dilakukan dengan model swakelola. Selain itu diperlukan pula perkuatan kebersamaan di lapangan utamanya fasilitator dengan kepala desa.(Bul)