KEMULIAAN MANUSIA ( Prof DR H Agustitin Setiabudi MM)

KEMULIAAN MANUSIA ( Prof DR H Agustitin Setiabudi MM)

Kemuliaan manusia bukan dari apa yang dimiliki di dunia namun dari apa yang diperbuatnya bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat sebagaimana yang disebut dalam Al Qur’an :*

*لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ  ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ  إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ*

*“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia ke dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan ia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan  amal shaleh maka bagi mereka pahala yang tiada putus.”* (QS. Atun ayat 4-6)

*Karena itu bedasarkan ayat tersebut hendaknya kita janga pernah mengeluh dan perbanyaklah bersyukur demgan selalu bekerja keras sebagai bentuk pangabdian pada Allah Swt.*
*Allah Swt berfirman*

*“Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku (Allah) ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”_ *(QS. Al-Baqarah: 152).*

*KETIKA seseorang gampang berkeluh kesah, itu tandanya bahwa orang tersebut kurang bersyukur kepada Allah. Seseorang yang mudah berkeluh kesah, jika diberi dua buah apel, ia akan mengeluh karena inginnya lima buah apel. Sementara itu, dua buah apel yang sudah dimilikinya tidak disyukuri. Betapa rugi orang seperti itu. Ia lebih sibuk dengan apa yang belum ia miliki, dan lupa atas apa yang sudah ada dimilikinya.*

*BIASANYA, orang mudah mengeluhkan mengapa orang lain punya ini dan itu, sedangkan dirinya tidak. Orang suka mengeluhkan mengapa orang lain begini dan begitu, sedangkan dirinya tidak. Ia lupa bahwa dirinya mempunyai banyak sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Ia lupa bahwa di luar segala sesuatu yang ia dambakan, sudah banyak.*

*SIKAP kurang bersyukur bisa membuat hati gersang dan buta. Padahal, seseorang yang senantiasa mensyukuri apa yang ia miliki, sikap syukurnya itu akan menjadi pengundang nikmat-nikmat lain yang belum ia miliki.*

BACA JUGA  Kegiatan Non Fisik TMMD, Kodim 1711/Boven Digoel Sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD

*DI dalam Alquran, Allah berfirman, *_“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami (Allah) akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’”_* (QS. Ibrahim: 7).

*KITA sering diingatkan tentang bahaya sikap kufur nikmat. Salah satu kisah paling masyhur adalah kisah Qarun. Sepupu dari Nabi Musa itu awalnya seorang yang tidak memiliki apa-apa. Kemudian, Allah mengaruniakan harta kekayaan yang berlimpah kepadanya. Sayang sekali, ia kufur kepada Allah atas segala nikmat tersebut, sehingga ia pun merasakan akibat dari kekufurannya itu berupa kebinasaan, yakni masuk ke dasar bumi bersama hartanya.*

BACA JUGA  SYAIKH TGH. ABDUL HAFIDZ SULAIMAN (Zikir-zikir Beliau Selesai Shalat Dalam Sorotan Sunnah)

*KURANG bersyukur bisa membuat kita tersesat dalam kegelapan dunia. Apa yang didapatkan selalu dirasa kurang dan tidak bisa dinikmati. Hati cemas selalu dan gelisah memikirkan dan mengejar apa yang tidak dimiliki. Jika sifat seperti itu ada di dalam hati orang yang sangat kaya raya sekalipun, seterusnya ia akan merasa miskin dan sempit. Sementara itu, jika rasa syukur senantiasa ada di dalam hati orang yang sangat miskin sekalipun, ia akan merasakan kekayaan, ketenangan, dan kelapangan.*

*ALLAH berfirman di dalam Alquran,*

*“..Dan Kami (Allah) akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”_* (QS. Ali ‘Imran: 145).

*SUNGGUH merugi orang yang kurang syukur. Hatinya terus diliputi kecemasan dan kegelisahan karena tidak yakin pada jaminan Allah. Ia pun rugi karena lisannya jauh dari memuji Allah, karena lisannya sudah disibukkan dengan keluh kesah yang tak ada ujungnya. Ia juga rugi karena hampa dari peningkatan ibadah kepada Allah. Ia lebih sibuk dengan mengejar dunia tanpa berpegang pada Zat Yang Maha Memiliki segalanya di dunia ini.*

BACA JUGA  Sah! DPR Tunjuk Komjen Listyo Sigit Menjadi Kapolri

*ORANG yang kurang bersyukur itu bukan tidak tahu jika segala kenikmatan di dunia ini adalah dari Allah. Hanya saja ia tidak bersungguh-sungguh meyakininya. Keyakinan yang kurang ini akan berpengaruh pada caranya berpikir dan bertindak. Kita harus mewaspadai kekurangyakinan pada Allah seperti itu. Kenapa? Karena kalau dibiarkan ia akan semakin besar dan mendominasi hati hingga kita menjadi makhluk yang kufur pada Allah.*

*ALLAH, dalam Alquran, berfirman,*_
*“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.”_*
(QS. an-Nahl: 83).

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA