Sinar5news.com — Jakarta — Semangat membangun ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga menjadi dasar pembentukan Kelompok Tani Al Abror. Pembentukan kelompok tersebut disepakati dalam rapat yang digelar pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 21.00 WIB.
Pembentukan Kelompok Tani Al Abror merupakan langkah awal untuk menghadirkan wadah bersama bagi warga dalam mengembangkan berbagai potensi usaha berbasis pertanian dan pangan. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kegiatan pertanian, peternakan, pengolahan hasil, pemasaran, hingga pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi.
Selain membangun ketahanan pangan secara mandiri, pembentukan kelompok juga diarahkan untuk membuka akses terhadap berbagai peluang dukungan dan program pemerintah, termasuk akses permodalan maupun bantuan yang dapat menunjang pengembangan kegiatan kelompok.
Wadah Gotong Royong Warga
Dalam rapat tersebut, warga menyepakati bahwa Kelompok Tani Al Abror tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi. Lebih dari itu, kelompok diharapkan mampu menjadi wadah gotong royong yang dapat mendorong terciptanya kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Potensi yang dimiliki warga akan dikembangkan secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan, sumber daya, serta kebutuhan di lingkungan sekitar. Kegiatan yang direncanakan mencakup sektor pertanian dan peternakan, pengolahan hasil produksi menjadi produk bernilai tambah, pemasaran, pengembangan usaha, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung efektivitas kegiatan.
Melalui pengelolaan yang terorganisasi, hasil pertanian maupun peternakan diharapkan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah dan peluang pemasaran.
Susunan Pengurus Kelompok Tani Al Abror
Untuk memastikan kegiatan kelompok berjalan secara terarah, rapat menetapkan susunan pengurus Kelompok Tani Al Abror sebagai berikut:
– Pembina: Pak Haji Made
– Ketua: Mas Adit
– Wakil Ketua: Mas Barok
– Sekretaris: Mas Hatta
– Bendahara: Mas Supri
– Seksi Produksi & Pengolahan: Mas Tikno dan Mas Agung
– Seksi Pemasaran: Mas Yogi dan Pak Budi
– Seksi Permodalan & Kemitraan: Eyang dan Pak Budi Handoko
– Seksi Usaha & Teknologi: Mas Halim dan Mba Rere
– Anggota: Ditentukan kemudian
Susunan tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pengurus. Sementara itu, keanggotaan kelompok masih akan dikembangkan dan ditentukan selanjutnya berdasarkan kebutuhan serta keterlibatan warga.
Setiap Seksi Siapkan Program Kerja
Dalam hasil rapat juga disepakati bahwa setiap seksi memiliki tanggung jawab untuk menyusun dan menjalankan program sesuai dengan bidang masing-masing.
Seksi Produksi dan Pengolahan akan diarahkan untuk mengembangkan kegiatan produksi serta pengolahan hasil pertanian dan peternakan. Seksi Pemasaran bertugas memikirkan strategi pemasaran dan distribusi hasil produksi agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Seksi Permodalan dan Kemitraan akan berperan dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama serta akses permodalan, termasuk peluang dukungan dari berbagai pihak dan program pemerintah.
Adapun Seksi Usaha dan Teknologi diharapkan dapat mendorong pengembangan unit usaha sekaligus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, pengelolaan, dan pemasaran hasil kegiatan kelompok.
Langkah Awal Menuju Ketahanan Pangan
Pembentukan Kelompok Tani Al Abror menjadi langkah awal dalam membangun sistem ketahanan pangan berbasis masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kelompok diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan warga.
Ketahanan pangan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menghasilkan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelola, mengolah, memasarkan, dan mengembangkan hasilnya sehingga memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Ke depan, Kelompok Tani Al Abror diharapkan dapat berkembang menjadi kelompok yang produktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Program serta rencana kerja teknis akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan berikutnya. Pembahasan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan prioritas kegiatan, pembagian tugas, kebutuhan sarana dan prasarana, serta strategi pengembangan kelompok.
Rapat pembentukan Kelompok Tani Al Abror ditutup dengan semangat kebersamaan untuk membangun kemandirian warga melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan kolaborasi seluruh pengurus dan anggota, kelompok ini diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di lingkungan Al Abror.



