Makhad Sengon Cinere dan Prof. Dr. H. Harapandi Dahri, MA bermitra dalam bidang pengembangan riset dan kajian keislaman

Makhad Sengon Cinere dan Prof. Dr. H. Harapandi Dahri, MA bermitra dalam bidang pengembangan riset dan kajian keislaman

 

Depok- Makhad Sengon Cinere (MSC) bersilaturrahim ke kediaman (gedeng) prof. Dr. Harapandi Dahri di Jakarta Barat. Pertemuan kemarin tentunya melalui permintaan khusus Ustaz Hasan Asy’ari, MA (pimpinan MSC dan Ketua PD NWDI kota Depok) sejak lama dan terealisasi kemarin.

Setelah melalui perjalanan satu jam lebih, tibalah kami di rumah beliau dan menjumpai beliau sedang menulis. Sebuah kegiatan yang rutin beliau lakukan. Bagi beliau, ini menyenangkan dan bagi orang yang sudah terbiasa menulis, lalu meninggalkannya, maka dia seakan-akan mati, nasihat beliau. Kami terkaget-kaget juga, pesan yang begitu kuat laksana paku yang dihunjamkan sangat keras sehingga kuat menghunjam.

Tidak berlebihan kita melabelkan beliau adalah “santri pena” yang sekarang menjadi guru besar di pulau seberang, negara Brunei Darussalam yang terkenal sangat mencintai peninggalan para ulama, terutama dalam bidang kitab kuning (turats). Beliau ini penekunnya dan bahkan ada beberapa lembaga penerjemah, pengkaji, penerbit dan ceramah-ceramah tasawuf yang dilakoninya setiap hari.

Beliau pribadi yang energik. Saat tiba sampai hampir 3 jam lamanya membersamai beliau, semua ulasan beliau laksana “daging yang empuk”, tak ada tulang belulang yng keras dan kulit (lendong) yng berbulu, apalagi jeroan yang menyimpan kotoran. Penuh nutrisi dalam kajian tasyji’at (motivasi spritual) yang menguatkan rabithah ilahiyyah (hubungan kita dengan Allah swt). Satu kata untuk beliau, ia adalah pembelajar yang luar biasa!.

Diantara ungkapan terbaiknya bahwa saat merintis perjuangan jangan pesimis karena keadaan, jangan berpangku tangan, jangan jadi pengecut, jangan takut dan kalimat lainnya yang menghentakkan jiwa. Ucapan ini tentu keluar dari aksi nyata beliau saat memulai perjuangan di ibu kota bersama Kiyai Suhaidi dan para asatiz lainnya. Beliau turun langsung menjadi pengajarnya, terlibat pencarian dana dan harus berkotor-kotor membuatkan pondasi pembangunan pesantren cakung saat itu.

Kini beliau telah menjelma menjadi salah satu tokoh NW yang GO Internasional. Hampir 45 karya yang telah ditulisnya dalam bidang tasawuf dan kajian motivasi lainnya. Luar biasa bukan? Sebagai kader biasa, angkat topi dah gua ama senior yang satu ini. Mantaap kanda Proof…

Saat asyik mengobrol, tiba-tiba beliau mengatakan bahwa saya sangat senang menulis dan berharap kalian menyukainya. Beliau mensuport dan mengajak makhad kami menjalin kerjasama. Bak dayung bersambut, ajakan ini kami yes-kan dan meminta beliau menjadi penasihat makhad lamgsung dan beliau sanggupi. Kami juga melakukan pembicaraan kesepahaman dalam bidang kajian turats dan tarjamah sebagai pengantarnya.

Harapan kami, bahwa kemarin adalah awal dan pertemuan selanjutnya akan menyusul ke langkah yang lebih taktis lagi. Akhirnya kami pun undur diri setelah menerima hadiah banyak buku dan disuguhkan jamuan makan padang yang bagi beliau tumben habis, katanya. Alhamdulillah. Siltaurrahim selalu memberikan kejutan untuk kemaslahatan yang besar di masa depan.

Cinere, 24 Desember 2021

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA