Kasi PPHI Disnaker Lotim : Era SUKMA Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Naik Dari 30% Ke 79%.

Kasi PPHI Disnaker Lotim : Era SUKMA Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Naik Dari 30% Ke 79%.

Sinar5news.com – Selong – Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial(PPHI) Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Subhan Bahtiar menanggapi kehadiran Ritail Modern yang selama ini sering menjadi pembicaraan banyak pihak.

Kehadiran Ritel Moderen ini,memberikan kontribusi yang cukup banyak terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Lombok Timur,dan saat ini ada sekitar 1.200 orang yang diserap oleh Retail Moderen tersebut. Bahkan tidak hanya sekedar menyerap tenaga kerja tetapi juga memiliki dampak terhadap sector ekonomi yang lain.

“Saat ini kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Ritail Modern,agar mereka mau menampung dan memasarkan produk-produk local masyarakat kita di Ritail mereka,sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat Lombok Timur,” Ungkap Subhan Bahtiar.

Terkait soal BUMDes yang dihajatkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur akan bisa setara dengan Retail Moderen tersebut, Bahtiar sangat mengapresiasi rencana tersebut dan dirinya berharap agar ada regulasi antara pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa untuk bersinergi mendorong BUMDes itu agar bisa setara dengan Retail Moderen yang selama ini cukup eksis di Lombok Timur.

“Harapan kita kedepan mudah-mudahan ada sinergitas antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintahan Desa untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan bagaimana agar BUMDes ini bisa ditumbuh kembangkan diLombok Timur,sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat yang juga akan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja,dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” Papar Subhan.

Karena dengan semakin banyaknya terserap tenaga kerja di unit-unit usaha tersebut, maka akan berdampak pada pendapatan masyarakat yang akan secara otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur, dan akan berpengaruh pada IPM kita akan semakin meningkat.

“Kalau angka pengangguran ini bisa kita tekan,masyarakat sudah dapat pekerjaan yang tetap maka akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan Insya Allah IPM Kita bisa terdongkrak sehingga kita berkutat pada urutan ke 9 dari 10 Kabupaten Kota di NTB ini,” Harapnya.

Ia juga menambahkan saat ini tidak kurang dari 20.000 tenaga kerja yang terserap dari perusahaan-perusahaan yang ada dilombok timur ini, dengan asumsi 1-5 tenaga kerja per satu unit usaha.
“Asumsi kita dalam satu perusahaan 1-5 orang pekerja sehingga muncul angka 20.000 orang, tapi jika dalam satu perusahaan mempekerjakan 5-10 orang maka angka penyerapan tenaga kerja kita akan mencapai 30-40 ribu tenaga kerja yang terserap. Dan untuk dimaklumi saat ini kita(Bidang PPTK dan PPHI-red) sedang lakukan identipikasi dan palidasi data perusahaan di Lombok Timur ini termasuk jumlah orang yang dia pekerjakan,” Terang Subhan Bahtiar.

Identipikasi dan palidasi data tersebut berbasis by name,by address dan saat ini sedang kita lakukan pembenahan administrasi. Jadi kalau data kita sudah baik maka akan memudahkan kita untuk mengukur progress kerja kita sudah sampai dimana,dan berapa Karyawan yang sudah masuk BPJS Ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah didalam satu tahun terakhir,dikepemimpinan SUKMA ini ada peningkatan yang signipikan dalam hal BPJS Ketenagakerjaan,dari yang 30% sudah meningkat mejadi 79% artinya sekitar 800 perusahaan sudah mendaftarkan kepesertaan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan dari sekitar 1.000 perusahaan yang ada,” Pungkasnya.(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA