Kajari Lotim : Kasus Kredit Fiktif Rp.1 Miliar di BPR Cabang Aikmel, Naik Status Ke Penyidikan.

Kajari Lotim : Kasus Kredit Fiktif Rp.1 Miliar di BPR Cabang Aikmel, Naik Status Ke Penyidikan.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Irwan Setiawan Wahyuhadi,SH,MH, kepada sejumlah Wartawan, menerangkan pihaknya telah melakukan gelar perkara. Dalam pemaparan tersebut menghasilkan dua kesimpulan, yang pertama kasus tersangka Z Kepala Desa di Kecamatan Labuhan Haji.

“Untuk kasus yang menimpa Z Kepala Desa di Kecamatan Labuhan Haji sudah dinyatakan P21, jadi nanti sesegera mungkin kita limpahkan ke Pengadilan untuk persidangan,”ungkap Irwan.Rabu (21/07/2021)

Kajari juga menambahkan, untuk kasus ke dua terkait dengan penyelidikan penyalah gunaan pemberian kredit di BPR tahun 2020, setelah diadakan gelar perkara dan expos pada hari senin tannggal 19 Juli kemaren dinyatakan naik status dari penyelidikan kepenyidikan, dan perhitungan sementara kerugian Negara sekitar Rp.1 Miliar.

“Jadi nanti segera kita tindak lanjuti dengan pemanggilan beberapa saksi,Kemudian beberapa calon tersangka dan kita minta bantuan kepada ahli kerugian Negara untuk melengkapi berkas,dan kita tidak melalui BPKB, karena ini Anggaran APBD II mungkin nanti kita berkoordinasi dengan Inspektorat,”tegas Iwan Setiawan.

Sedangkan terkait kasus Dermaga Labuhan Haji, menurut Irwan Progresnya tinggal menunggu hasil temuan BPKP, karena pihaknya sudah mempasilitasi tim dari BPKP yang turun langsung melakukan pemeriksaan kelapangan selama dua minggu, dan pemeriksaan sudah selesai.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Lalu Muhammad Rasyidi,SH juga menambahkan pihaknya belum menyebutkan Inisial dari calon tersangka pada Kasus Kredit Fiktif yang terjadi di BPR Aikmel.

“Inisial intinya kita tidak bisa menyebutkan,yang jelas ada pihak yang bertanggungjawab terhadap masalah ini, yang jelas kita sudah punya dua alat bukti terkait perbuatan melawan hokum yang menimbulkan kerugian keuangan Negara dalam hal ini Cq Bank Perkreditan Rakyat Cabang Aikmel. Dua alat bukti itu berupa dokumen dan keterangan pihak terkait, yakni pihak Bank dan pihak dari Dikbud,”ungkap M.Rasyidi.

BACA JUGA  Peduli Pendidikan Terhadap Generasi Muda, Satgas TNI Bagikan Tas Sekolah Dan Alat Tulis
BACA JUGA  Ini Dia Tiga Poin Isi Deklarasi,Panitia Pemilihan Kepala Desa Lotim, Menuju Pilkades Damai Tahun 2021‎

Ia juga menambahkan pihak Kejaksaan Negeri Lombok Timur, telah melakukan pemanggilan terhadap sekitar 30 orang dari kedua belah pihak dalam kaitannya dengan Kredit Fiktif yang diduga terjadi di BPR Cabang Aikmel.

M.Rasyidi juga memberikan warning kepada Bank Manapun atau BUMD yang memberikan kredit yang tidak jelas dan ada laporannya serta merugikan Negara maka pasti kami akan proses.

“Kalau kami ada laporan dan ada data, kami tidak perduli Bank Apapun yang penting sepanjang ada uang Negara yang disalah gunakan kita proses, ini warning untuk semua Bank, mau BUMN atau BUMD kalau memang menyalah gunakan kewenangannya, dengan memberikan kredit yang tidak jelas kami akan proses,”pungkasnya. (Bul)  

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA