Kades Gelora : Klarifikasi Demo Karang Taruna. Kami Salurkan BST Sesuai Dengan Juklak Dan Juknis

Foto : Nursamad ( Kades Gelora Kecamatan Sikur, Lombok Timur,NTB )
banner post atas

Sinar5news.com – Lombok Timur – Kepala Desa Gelora, Kecamatan Sikur,Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Nursamad, mengklarifikasi tuntutan aksi Karang Taruna Jumat 29 Mei 2020 lalu kepada wartawan. Senin (01/06/2020).

Nursamad menceritakan apa yang menjadi tuntutan para pendemo tersebut adalah meminta transparansi dalam pembagian Bantuan Sosial Tunai(BST),Bantuan Langsung Tunai(BLT) dan lainnya. Hanya yang menjadi persoalan karena pencairan BST itu secara bertahap sehingga masyarakat mengatakan dirinya tidak dapat karena ada permainan.

“Apa yang menjadi tuntutan mereka itu tidak benar, karena dalam pengusulan nama-nama penerima BST dan BLT itu sudah didata oleh para Kawil atau Kadus,kan tidak mungkin saya sendiri langsung mendata masyarakat yang jumlahnya sampai 2.500 KK, dan kami sudah mengajak mereka untuk duduk bersama membahas soal data tersebut, siapa tahu ada yang belum terdata oleh kawil dan Karang Taruna memberikan kita data warga yang berhak dan pantas menerima kan bisa kita masukkan,tapi mereka kan tidak mau datang,” Terang Nursamad.

Iklan

Nursamad juga menambahkan setelah dilakukan demo pada hari jumat itu, pada hari sabtu turun 260 orang yang namanya berhak untuk mendapatkan BLT dari Kementerian Sosial dan langsung diberikan oleh petugas Kantor Pos yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan pembayaran.
“Hari Jumat saya di Demo, dan mereka wajar demo saya,karena mereka kan tidak tahu bahwa BST pusat itu kan cair secara bertahap, tahap I cair 40 orang penerima,Tahap ke II 1 orang, Tahap ke III cair 260 orang yang dibayar oleh Kantor Pos pada hari Sabtu,satu hari setelah saya didemo. Dan mereka yang demo juga keluar namanya. Lalu para pendemo mengatakan nah ini lah hasil demo kita,” Ujuar Kades menirukan kata para pendemo.

BACA JUGA  Sebanyak 15.500 Alat Tes Swab Dibagikan ke 10 Daerah oleh Pemerintah Jawa Barat.

Ia juga menambahkan apa yang menjadi permintaan para pemuda tersebut sudah dipenuhi. Diaman mereka meminta data nama-nama penerima bantuan di Desa Gelora dan kami di dateline hingga pukul 12 malam.

“Data Keluarga Penerima Manfaat(KPM) yang mereka minta sudah kami berikan semuanya karena waktu itu kami diberi waktu hingga jam 12 malam.kami minta waktu samapai hari senin atau selasa,tapi tidak bisa bahkan kalau tidak diserahkan pada malam itu(Malam minggu-red) maka kantor Desa Gelora akan di segel oleh mereka. Data KPM sudah saya serahkan, sekarang mereka minta kami lagi Apebedes tahun 2016, 2017 dan 2018,saya heran ini. Kan kami sudah punya LHP dari Inspektorat dan itu sudah klir,” ungkapnya penuh keheranan.

Nursamad juga mengatakan penyaluran BST dan semua jenis bantuan yang ada sudah dilakukan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan(Juklak) dan Petunjuk Tehnis(Juknis).

“Kami memberikan bantuan ini sesuai dengan Juklak dan Juknisnya. Dan pendataan penerima itu kami rapatkan dengan Kadus. Terutama untuk bantuan BLT DD karena aturannya kan kalau Desa yang dapat DD Rp.1,2 milyar,kan bisa dipakai untuk BLT DD 35% sehingga dari dana itu kami dapat memberikan 254 KK yang dapat bantuan dari BLT DD Desa Gelora. Sementara Kadus kami kan 7 Kadus dan 50 RT. Sehingga para Kadus bersepakat bagi rata 1 RT dapat 5 KK untuk yang dapat BLT DD,tapi kalau kita mau hitung jumlah orang miskin dan jompo didesa kami, jumlah 254 itu akan habis dibeberapa RT,” Terang Nursamad.

Untuk itu ia melihat aksi demo beberapa hari lalu adalah kesalah pahaman, yang disebabkan karena belum tahunya masyarakat tentang mekanisme pencairan dan prosedur pengusulan.

BACA JUGA  SHIFAT ALLAH (20) AL QABIDH (MAHA MENYEMPITKAN), AL BAQARAH 2:245

“Kewenangan kami hanya BLT DD sedangkan untuk bantuan pusat,povinsi dan Kabupaten itu bukan ranah kami, kami hanya mengusulkan dan semua masyarakat kami usulkan. Yang menjadi tugas berat kami adalah tatkala terjadi penerima ganda atau dobel dan itu harus diperbaiki karena kan aturannya bantuan ini tidak boleh dobel,” Pungkasnya.(Bul)