Kabar Gembira, Lubang Ozon di Kutub Utara Telah Menutup.

banner post atas

Sinar5News.com – Jakarta – Di tengah berlangsungnya masa pandemi virus covid-19 , terdapat kabar baik bagi bumi. Lubang ozon yang berada di langit kutub utara kini tertutup setelah sebelumnya sempat terbuka selama hampir satu bulan terakhir ini.

Peneliti Copernicus Atmosphere Monitoring Services (CAMS) Uni Eropa, Martin Dameris menyatakan kabar gembira tersebut lewat akun twitter pribadinya. Ia mengatakan “Kabar gembira. Bekas lubang dibelahan bumi utara (kutub utara) tahun 2020 telah berakhir (tertutup).” Dikutip dari situs Live Science pada Kamis, 30 April 2020.

Dapat diketahui bahwa lubang ozon tersebut terbuka pertama kali pada bulan maret akhir lalu, saat dimana kondisi angim terlihat tidak biasa di wilayah kutub utara selama beberapa minggu terakhir. Angin tersebut dikenal sebagai Polar Vortex atau pusaran Kutub.

Iklan

Pusaran kutub ini mengurung air dingin yang mengarah langsung pada pembentukkan awan pada ketinggian tertinggi di wilayah tersebut. Awan itu dicampur dengan polutan buatan manusia seperti kirin dan bromin yang memakan semua gas ozon hingga lubang besar terbuka di atmosfer.

“Akhir pekan lalu angin pusaran kutub itu terbelah” Ujar Dameris yang juga merupakan seorang ilmuwan atmosfer di Pusat Antariksa Jerman.

Peristiwa tersebut membuat jalan bagi air yang memiliki banyak kandungan ozon kembali ke area di atas kutub utara.

Meski begitu, masih bisa dikatakan terlalu sedikit data bahwa lubang ozon di Arktik merupakan tren baru saat ini.

“Dari Sudut pandang saya, ini merupakan pertama kalinya kita bisa berbicara mengenai lubang ozon yang nyata di kutub utara.” Tuturnya.

Sementara itu, di kutub selatan sudah menjadi langganan bahwa lubang ozon terbuka pada setiap musim gugur berlangsung. Kondisi tersebut merupakan suatu hal yang jarang terjadi di belahan bumi bagian utara.

BACA JUGA  Tanaman Holtikultura Bantu Ketahanan Pangan Warga Montong Gading Di Era Covid-19.