Indonesia Butuh Pemimpin Kuat

Indonesia Butuh Pemimpin Kuat

 
Maraknya demonstrasi dan keritik media akhir – akhir ini, yang mempersoalkan bisnis PCR yang disenyalir keterlibatan pejabat Mentri ditengah suasana duka nestapa seluruh rakyat. Sungguh tidak memperlihatkan rasa nasionalIsme kebangsaan sebagai warga bangsa merah putih. Dua tahun lebih kita warga bangsa diterjang badai covid yang melumpuhkan semua sendi perekonomian rakyat dan negara. Ini tentu akan sangat melukai hati rakyat, jika ada segelintir manusia yang memainkan suasana dalam musibah ini. Bisnis PCR tentu sangat jauh dari nilai Budi kemuliaan ajaran Pancasila. Yang tidak layak dijalankan ketika semua rakyat khusus menengah ke bawah sangat serba kekurangan. 
 
Presiden sebagai kepala negara ditugaskan menjalankan amanat penderitaan rakyat, oleh seluruh warga bangsa. Haruslah dapat berdiri tegak dalam suasana kondisi apapun, bahwa rakyatlah yang utama di dengar dan diselamatkan. Jika kemudian presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan, dapat disetir oleh kelompok atau individu, tunggulah kehancuran. Presiden harus berdiri terdepan membela rakyat banyak, bukan disetir oleh kekuatan apapun.  Presiden dalam menjalankan politik kebangsaan melayani rakyatnya harus berpihak kemaslahatan rakyat banyak dalam menjalankan konstitusi.
 
Gonjang ganjing tanah air bukan hanya hantaman musibah alam semisal longsor, banjir, angin puting beliung, gempa bumi, kebakaran hutan dst. Tapi ini adalah kerisis krakter, kerisis akhlaq. Ketika nilai nilai kebangsaan ajaran leluhur hanya dijadikan khotbah, dipidatokan dalam acara serimonial saja. tanpa ada suri tauladan dari atas selaku pemangku kebijakan pelaksana pemerintahan. Rakyat tidak akan tinggal diam dan lambat Laun pasti bergerak maju untuk menagih amah yang sudah diberikan dititipkan kepadanya.
 
Kehebatan dan kebesaran negri dengan kekayaan alam yang dikandungnya  cukuplah menjadikan dunia terpana, takjub, terpesona. Tinggal kita mau merawat, mengelolanya dengan amanah, jujur, beretika. Di negri hebat ini, tidak cukup hanya dengan presiden yang jujur, disiplin. Tapi haruslah semua pemangku kebijakan dari mulai kepala desa, dinas, kepala daerah, Mentri, singkatnya semua yang menjalankan kebijakan negara yang memakai anggaran negara. Mereka semua harus jujur profesional. Perbaikan itu harus diawali dari dalam pemerintahan.
 
Sejarah panjang perjalanan bangsa kita sangatlah mudah mencontohi gaya model pemimpin yang bisa ditiru oleh presiden selanjutnya yang baik tentunya. tegas, jujur, bijaksana, memihak rakyat. Kedepan jangan lagi ada aparatur sivil negara yang tidak jujur terkhusus pembantu presiden dalam menjalankan tugas melayani rakyat guna menghadirkan kesejahteraan sosial bagi semua warga bangsa.
 
Presiden harus menindak tegas pembantunya yang main api yang menjalankan politik dua kaki memecah belah. Yang menghambat investasi karena terlalu banyak permintaan dan potongan presentase. Ini sudah gaya kolonial. Disaat negara butuh investasi tapi syarat dan birokrasi sangat kaku. Presiden harus tegas tidak boleh ada potongan dan upeti untuk segelintir orang. Rakyat banyak harus dikedepankan hanya dengan memihak rakyat banyak akan selamat. Karena dana investasi yang masuk dinilai sebagai perjanjian hutang yang harus dipertanggung jawabkan. Jangan dihambur – hamburkan.
 
Indonesia adalah miniatur dunia dengan luas wilayah sepadan dengan luas erova semua warna kulit warga dunia ada di dalam negri. Itu sebabnya kejayaan negri Nusantara yang dulu harus dikembalikan sebagai pusat peradaban dunia. Bangsa adil makmur hebat  besar dan kuat harus tegak berdiri dalam kebenaran. Yang melanggar hukum ditegakkan. Inilah konci kejayaan bangsa akan pulih kembali. Dengan presiden yang kuat ekonominya, didukung dunia internasional, jujur Arif bijaksana dalam memimpin. Inilah cita-cita kita semua warga bangsa di dunia dalam rangka ikut mensejahterakan umum dan menjaga ketertiban dunia. Indonesia akan bisa dan mampu dengan hadirnya Presiden yang kuat memihak rakyat.
 
Dalam rangka menuju Indonesia kuat semua elemen bangsa khususnya para pemuda, mahasiswa yang tidak bermain di politik praktis haruslah turun tangan menjaga keberlangsungan negri ini bukan malah diam tertidur tanpa gerakan karena sudah dikasih upeti. Tapi harus terus bersuara lantang menyuarakan kemaslahatan, menyuarakan suara  rakyat banyak. Menyuarakan ketimpangan, korupsi dst dengan cara yang beradab profesional. Karena Pemuda adalah aset masa depan bangsa jangan mau di bungkam.
 
Penulis adalah : Presiden Forum Kebangsaan.
 
BACA JUGA  Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin COVID-19,Menko PMK Jamin BPOM Bekerja Profesional

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  -HIKMAH PAGI- “WETU TELU: SUATU VARIAN KEBERAGAMAN”