INDONESIA BERHIZIB SERENTAK PADA MALAM NISFU SYA’BAN

INDONESIA BERHIZIB SERENTAK PADA MALAM NISFU SYA’BAN

Malam Nisfu Sya’ban di tahun 1441 H ini, in syaa Allah akan bertepatan atau jatuh pada hari Rabu (malam Kamis), tanggal 8 April 2020 M.

Terkait dengan malam yang pernuh rahmat dan berkah ini, maka disebutkan dalam sebuah hadits dari Rasulullah _Shallallaahu ‘alaihi wasallam_ . Beliau bersabda:

يطلع الله إلى خلقه فى ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن (رواه ابن حبان)

_”Allah ta’ala menurunkan rahmat-Nya yg khusus di malam nishfu Sya’ban, maka Allah mengampuni semua hamba-Nya, kecuali *Musyrik* dan *Musyaahin*”_ (Hadits Shahih, menurut ulama’ yg lain Hadits Hasan)

Makna *Musyahin* adalah Seorang muslim yg menyimpan permusuhan, kebencian dan kedengkian kepada muslim lain karena urusan duniawi.

*Maka beruntunglah…* orang yg bisa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban tersebut dengan berbagai macam amal ketaatan ; seperti membaca al-Qur’an, Hizib, Dzikir, Shalat-shalat Sunnah, dan lain-lainnya.

Selanjutnya, pada momentum Nisfu Sya’ban yang pernuh rahmat dan berkah kali ini, seiring dengan masih mewabahnya Covid-19 yang sangat mencekam kehidupan umat manusia saat ini, kami dengan rendah hati bermaksud mengajak kaum muslimin/muslimat dan secara khusus warga Nahdlatul Wathan dimana saja berada untuk menambahkan amaliahnya secara serentak pada malam Nisfu Sya’ban tersebut bertempat di rumah masing-masing dengan membaca Hizib Nahdlatul Wathan, karya Guru Besar kita almaghfuru lahu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syaikh).

Maulana Syaikh sebagai Penyusun Hizib Nahdlatul Wathan ini pernah menyebutkan dalam kitab Hizibnya dengan mengatakan; “Setiap umat Islam yang menyayangi diri sendiri, mencintai agama dan bangsanya, seharusnya menekuni dan menjadikan ( Hizib) ini sebagai wirid amalan tetap pagi sore, baik dalam perjalanan (muasafir), maupun waktu berada di kampung halaman, terutama pada saat terjadi perubahan situasi, kejadian mengkhawatirkan (mencekam) yang datang bertubi-tubi, takut pada setan, baik jin dan manusia, singa, binatang buas dan lain-lain”.

BACA JUGA  Polisi Mulai Periksa Saksi Dan Korban Kasus Dugaan Pencabulan Sekdes Karampi
BACA JUGA  TNI-POLRI Gelar Dapur Lapangann, Di Kota Mataram Dan Kota Bima Bagikan 2.000 Bugkus Nasi

Dengan demikian, seiring dengan mencekamnya kehidupan umat manusia oleh Covid-19 saat ini, maka petuah Maulana Syaikh tersebut sangat patut untuk kita renungkan bersama.

Sementara, terkait dengan Ajakan “Indonesia Berhizib” di malam Nisfu Sya’ban seperti ini, terilhami dengan hal yang sama pernah diserukan juga oleh penyusun Hizib ini (Maulana Syaikh), yaitu ketika terjadi kebakaran hebat yang sangat mencekam dan meluluh lantakan Kampung Bermi Pancor, Lombok Timur, NTB (Kampung halaman tempat berdirinya Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah (NWD) dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah (NBDI). Dan dalam Kitab Hizib, Maulana Syaikh menyebutkan bahwa kebakaran hebat yang terjadi pada tahun 1363 H/1944 M tersebut, maka Al Hamdulillah dengan berkah lantunan Hizib Nahdlatul Wathan, madrasah NWDI dan NBDI terselamatkan dari kobaran api tersebut.

Harapan kita semua, Semoga dengan lantunan HIZIB NW yang dibaca serentak di memontum Indonesia Berhizib di rumah masing-masing pada malam Nisfu Sya’ban tersebut, maka kita semua terselamatkan hidup kita dari gangguan Covid-19 yang masih pandemi ini dan semoga virus ini segera diangkat oleh Allah Swt dari bumi Indonesia ini khususnya dan dunia umumnya. Aamiin
Wallahu’alam…

PW NW DKI Jakarta

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA