Idgham (ادغام)

Idgham (ادغام)

Mengenai hukum bacaan idgham ini, perhatikan dan simaklah terlebih dahulu penggalan nazham berikut ini:

يَغ كَدُوَا نَمَا حُكُوْمْ (ادغام) # دِيْ (يرملوب) تر سُو سون نتا أنم
Yang kedua nama hukumnya (idgham) # Di (yarmaluna) hurufnya (yanmu).

حروف إين (قسيمان) بلا برتمو # (ادغام بغنة) حروف (ينمو)

Huruf ini (qismani) bila bertemu # Di (yarmaluna) hurufnya (yanmi)

تافى جك فر تموان دكلمه # سا تو (كصنوان ودنيا) تردفت

Tetapi jika pertemuan di kalimah # Satu (ka shinwanin wadunya) tertegah

يغ كدوا (إدغام بغير غنة) # دالم حروف (رل) تردافت فهمله

Yang kedua (idhgam bighairi ghunnah) # Dalam huruf (rol) terdapat fahamlah

Pada bait nazham di atas disebutkan hukum bacaan nun mati ata tanwin yang kedua, yaitu idgham. Hukum bacaan Idgam ini memeliki enam huruf yang tersusun secara nyata dan jelas dalam sususnan kalimat yarmula (ير ملون)yaitu : -ن-و-ل-ر-ي

Secara bahasa idgham berarti idkhal asy-syai’fi aay-syai’i (memasukan sesuatu pada sesuatu). Dalam hal ini, memesaukan huruf nun mati pada huruf-huruf idgham di atas.
Menurut istilah ilmu tawjid, idgham adalah:

إِلءتَقَاءِ حَرءفٍ سَاكِنٍ بِمُحَرَّكٍ حَيْثُ يَصِيْرَانِ حَرْفًا مُشَدَّدًا

Pertemuan huruf yang mati dan huruf yang berharakat, sehingga kedua huruf itu menjadi satu huruf yang ditasydidkan.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa cara memebaca hukum bacaan idgham adalah dengan memasukan nun mati atau tanwin pada huruf-huruf idgham sehingga menghasilkan bacaan yang seakan-akan menjadi satu kesatuan yang ditasydidkan, walaupun dalam tulisan tidak bertasydid.
Pada nazham di atas dijelaskan pula bahwa hukum bacaan idgham dibagi menjadi dua bagian (huruf ini (qismani) bila bertemu), yaitu: idgham bi ghunnah dan idgham bighairi ghunnah.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA