Hulpiatun Husna: Jadi, Kapan BIL diakikahkan?

banner post atas

Sinar5news.com – Sampai disini saya masih memikirkan kata-kata indah yang pantas untuk dilontarkan kepada para keluarga yang menyebut dirinya tidak setuju tentang pemberian nama bandara. Saya tidak ingin hanya karena perbedaan kata yang kita pilih benar-benar membuat kita tidak saling mengenal. Antara setuju atau tidak setuju. Itu saja kan masalahnya?

Baiklah, kemarin kita sempat begitu asyik berdebat hanya masalah nama, perdebatan biasa para keluarga menjelang akikah. Semua keluarga sibuk mencari nama yang baik untuk bayi yang baru lahir ditengah-tengah mereka. Biasanya setiap bayi yang lahir pada suku sasak sebelum diberikan nama, semuanya bernama “Kesek”. Orangtua si Kesek akan dipanggil amak kesek dan inak kesek sampai hari akikahan si bayi tiba. Sebelum akikah ternyata tidak hanya ibu dan bapak si Kesek yang sibuk mencari nama yang baik untuk buah hatinya, semua keluarga tentu saja ingin ikut andil menyumbangkan nama terbaik bagi keluarga barunya. Walau pun nanti si bayi akan tinggal bersama orang tuanya, tapi tetap saja keluarga akan selalu hadir mendampingi pertumbuhan dan perkembangan si Kesek. 

Kembali lagi ke masalah nama bandara. Jadi, siapa nama bandara kita sebenarnya? Apakah memang sudah diberikan nama?  Siapa yang memberikan nama? Bandara Internasional Lombok?  Apa BIL itu sebuah nama?  Jika saya seorang ibu, tentu saja saya akan memberikan nama yang terbaik untuk anak saya. Apalagi jika nama itu adalah nama dari seorang pahlawan nasional. Atau kita bisa saja berikan nama Muhammad, Soekarno, atau Soeharto. Bagaimana? Jadi keluarga setuju dengan nama yang mana? Apa ada usulan nama yang lain? 

Iklan

Lagi pula bukankah kemarin sudah sempat ada pemberian nama? Dan sebagian besar keluarga sepertinya sudah setuju. Kenapa belum di sah kan? Masak namanya si Kesek terus. Maknanya apa? Kasihan sekali. Padahal keluarga ingin memberikan nama terbaik, “Bandara Internasional Lombok (BIL)  menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM).”

BACA JUGA  Cegah Penyebaran Virus Corona, Kemensos Gelar Rapid Test Massal Untuk 1000 Orang Lebih

Saya mewakili keluarga BIZAM mohon maaf jika ada kata yang salah. Apalagi jika nama yang kami rekomendasikan kurang berkenan. Dan terima kasih kepada keluarga yang mendukung nama BIZAM memang nama yang baik untuk BIL. Kami keluarga berharap BIL segera diakikahkan menjadi BIZAM, seperti teman-teman BIL di daerah yang lain. 

Seperti bandara-bandara di daerah lain, nama bandara menjadi daya tarik tersendiri. Nama tersebut akan membuat kita lebih terbuka.  Karena orang-orang tidak hanya akan menanyakan tempat indah di Lombok,  tapi juga tempat bersejarah. Mereka tidak hanya akan menceritakan tentang keindahan Lombok, tapi juga sejarah di Lombok. Namun, kadang walaupun kita mengetahui dampak baik yang bisa ditimbulkan oleh pemberian nama bandara ini, kita seolah-olah menutup mata dengan apa yang terjadi saat ini. 

Saya ingatkan kembali. Pergantian nama tersebut sudah diumumkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama BIL menjadi BIZAM yang pada 5 september 2018 ditandatangani langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dan nama BIZAM langsung diusulkan oleh pihak eksekutif kepada DPRD Nusa Tenggara Barat. Yang berdasarkan hasil rapat kesepakatan, pengajuan tersebut sudah disetujui oleh DPRD. Sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah dan DPRD Provinsi NTB untuk tidak menindaklanjuti instruksi dari kementerian perhubungan  serta instruksi dari sebagian besar masyarakat yang mendukung pergantian nama BIL menjadi BIZAM.