Sebuah organisasi mempunyai visi misi yang besar jelas sudah mempersiapakan generasi – generasi pelanjut estapet perjuangan. Nahdlatul Wathan sebagai Organisasi Masyarakat ( ORMAS) yang di dirikan oleh pahlawan Nasional yaitu TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tahun 1 Maret 1953 di Pancor Lombok Timur NTB. Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam memiliki komitmen membangun Bangsa dan Negara yang baru saja Merdeka dari Kolonial.
Spirit perjuangan Nasional sudah jelas terukir dari maknanya Nahdlatul Wathan yaitu ‘Kebangkitan Tanah Air’, maka dari itu kekuatan, kecintaan Nahdlatul Wathan terhadap NKRI sudah tidak bisa di ragukan lagi. Sebagai Organisasi yang besar di Nusa tenggara harus memiliki Kader – kader muda yang akan menjadi pemangku perjuangan selanjutnya dan semua itu sudah betul – betul di pikirkan oleh pendiririnya.
TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pendiri Organisasi Nahdlatul Wathan ( NW ) sangat mempunyai pemikiran pembangun Bangsa Negara secara Sumber Daya Manusia, Sosial. Nahdlatul Wathan sebagai wadah Gerakan harus mempunyai kekuatan Internal dan eksternal, seperti halnya NU, Muhammadiyah. Kekuatan internal adalah Murid, kader, abituren yang mampu mengisi posisi ini, sehingga Nahdlatul Wathan mampun bertahan lebih lama.
Sepertinya basis kekuatan Internal sudah menjadi pemikiran Maulana Syikh ( Panggilan Pendiri/Ketua PBNW Pertama) sehingga lahir Organisasi sayap seperti Ikatan Pelajar Nahdatul Wathan ( IPNW ), Himpunan Mahasiswa Nahdlatu Wathan ( HIMMAH NW), Pemuda Nahdlatul Wathan ( PEMUDA NW) dan Muslimat NW.
Kali ini saya akan fokus mengkaji pada Badan Otonom NW di level Mahasiswa yaitu Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan ( HIMMAH NW ). Maulana Syikh sebagai Tokoh Nasional memiliki pemikiran Visioner terhadap NW Organisasi yang baru dia dirikan, dengan membauat organisasi Badan totonom yang akan me;lahirkan kader – kader pelanjut perjuangan. Pada tahun 05 Juni 1966 Maulana Syikh TGKH.Muhammad zainudin Abdul Madjid mendirikan HIMMAH NW (Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan ), kehadiran Organisasi Kemahasiswaan ini tidak lepas dari pengaruh Mahasiswa memerdekakan Indoensia dari penjajah. Sehingga tidak heran jika beliau mendirikan HIMMAH NW yang berjarak dengan NW ( organisasi Induk ) beberapa tahun saja.
*HIMMAH NW sebagai Pabrik Generasi Kepemimpian NW*
Menurut pemikiran saya seorang manusia akan menemukan jati diri sebagai manusia pada umur 18 – 22 tahun, nah disini waktu berkisar sebagai Mahasiswa. Kehadiran Organisasi di tengah Mahasiswa merupakan mejadi jalan menuju penjemputan jati diri itu, bagaimana tidak di ruang Organiasilah akan betul – betul di kader menjadi Manusia yang tau dirinya sebagai Manusia.
Tidak salah jika jebolan Oraganisasi Kemahasiswa atau lebih di kenal Aktivis ketika selsainya aebagai Mahsiswa sering menjadi pembimpin dan Tokoh Nasional. Kediran HIMMAH NW jelas merupakan seagai ruang kaderisasi generasi muda Nahdaltul Wathan. Maulana Syikh sebagai pendiri HIMMAH NW sangat optimis dengan generasi Muda khususnya Mahasiswa Nahdlatul Wathan yang mampu memberikan Ide, gagasan besar sehingga Nahdlatul Wathan tersebar ke seluruh penjuru.
HIMMAH NW tidak bisa di pandang sebelah mata, karna memang ruang mahasiswa melahirkan perbedaan pemikiran, gagasan yang mampu membawa Nahdlatul Wathan lebih berwarna dan Maju. Kepemimpinan (Leadersip ) dalam Organisasi atau Negara harus berestapet, karna itu menunjukan di Organisasi itu ada tahapan kaderisasi dan itu sudah ada di HIMMAH NW.
Di HIMMAH NW proses Kaderisasi sangat tertib di lakukan, mulai dari proses WaPA ( Wahana Pengkaderan Anggota ) I,II, dan III. Itu menjukan HIMMAH NW sebagai wadah melahirkan Generasi kepemimpinan dalam Nahdlatul Wathan.
*Oleh : Kader Pusaka*





