Hikmah Pagi: MUHASABAH Kekosongan dan Kesombongan

banner post atas

Mobil pribadi tak lagi beranjak dari garasi. Jet pribadipun terparkir rapi di bandara. Lalu lintas udara telah ditutup. Masing-masing negara focus untuk merawat warganya, berperang melawan musuh kecil yang tak terlihat.

Setiap manusia terkurung dalam kamarnya. Pakaian dari designer terkenal, sepatu dan jam bermerek, minyak wangi dan seonggok alat make up kehilangan artinya, tergeletak tak berguna.

Tak ada lagi meeting mendadak ataupun bisnis meeting yang menyita waktu sehingga sering kali kita tak punya lagi waktu untuk keluarga dan untuk Allah Subhanahu Wataala ..

Iklan

Tak ada lagi pesta yang harus dihadiri, tak ada lagi nonton bareng, tak ada pula tongkrongan di cafe, tak ada lagi arak2an dan pesta seni, bahkan uang pun terhenti di bank.. semua tak ada arti. Apalagi yg bisa disombongkan & dibangga2kan dlm keadaan spt ini?

Saat ini Allah sedang membukakan mata setiap orang ..Yang terpapar di RS saat ini dengan kelas yang sama tidak ada lg kelas VIP , Super VVIP .. Orang Banyak harta , orang Miskin harta bersatu di ruang & kelas yg sama utk berjuang melawan penyakit dengan pelayanan yg sama.
Saat meninggalpun di peti yang sama tidak ada lg peti berlapis emas & tanpa bisa ditemani org2 tercinta ke liang lahat.
Orang Kaya saat sehat semua orang mendekat & saat divonis terkena virus mematikan ini, wlupun kaya raya semua org menjauh.

Bahkan Masjid yang megah dan mahal pun sekarang kosong, tiba waktunya setiap orang menyembah Allah didalam mencapai kebenaran dan dalam hati.

Yang kita butuhkan hanya makanan dan udara tuk di hirup, kita hanya ingin hidup. Selebihnya menjadi tidak penting lagi.

BACA JUGA  Prof Agustitin Setyo Budi: WISATA BATINIAH SERI KE LIMA,TENTANG PENTINGNYSA BERSSEDEEKAH

Dunia tak pernah melihat kesombongan narsis seperti di jaman ini!

Kabar baiknya; kita diberikan 1 kesempatan lagi untuk introspeksi, melihat kedalam diri, bertanya kepada Allah : “Kenapa Allah membiarkan saya hidup?” Untuk bersuka2 atau untuk membeli mobil barukah? Atau mungkin untuk menyelesaikan pendidikan sarjana?

Apakah tujuan hidupku sekarang? Apakah tujuan hidupku setelah pandemi Covid 19?

Mengapa Allah menyelamatkan aku dan mengijinkan yang lain mati?

Manfaat apa yang harus kubawa untuk sesamaku manusia, apa yang harus kulakukan dengan sisa hidupku untuk Allah, sehingga Allah memberikan ku satu kesempatan lagi?

Mari kita berdoa dan bertobat_ (Taubatannasuha)_. Membuat komitmen baru untuk menjalani hidup ini dengan lebih berarti, lebih bertaqwa.

Untuk kita renungkan bersama.

Salam sehat
Semoga ALLAH azza wajalla Meridhoi kita semua..
Aamiin….