Hikmah Pagi :KETAMAKAN ADALAH PENYEBAB UTAMA KEHINAAN DIRI

Hikmah Pagi :KETAMAKAN ADALAH PENYEBAB UTAMA KEHINAAN DIRI

Tamak secara sederhana diartikan dengan rakus, yaitu suatu keinginan yang sangat kuat terhadap sesuatu dan ingin mengambil dan memilikinya. Sifat tamak adalah salah satu sifat yang sangat tidak terpuji. Seseorang yang memiliki sifat ini tidak pernah puas dengan apa pun yang ada dan yang sudah dimiliki. Kemauan terhadap sesuatu tidak pernah berakhir. Kalau sesuatu itu sudah ada pada dia, maka sesuatu itu tidak pernah lepas dari tangannya. Tamak itu adalah sifat yang bersahabat dengan pelit. Tamak mau mengambil semua, sedangkan pelit tidak mau berbagai walau sedikit.

Begitu berbahayanya sifa tamak itu, maka Ibn Atha’illah Al-Iskadari berkata: “Tidaklah tumbuh dahan-dahan kehinaan, kecuali dari benih ketamakan.” Alangkah indah kalimat hikmah yang disampaikan oleh Ibnu Atha’illah, dalam pesan hikmahnya yang ke-62 itu, yang saya kutip di dalam bukunya, Terjemah al-Hikam, hal. 88.

Ketamakan diumpamakan oleh beliau sebagai benih. Yang jika tumbuh akan menghasilkan sebatang pohon yang memiliki dahan-dahan yang banyak. Dahan-dahan yang banyak itu akan melahirkan berbagai macam kehinaan. Seseorang yang memiliki sifat tamak, adalah seseorang yang menghancurkan dirinya dengan keninaan-kehinaan yang banyak.

Sifat tamak itu melahirkan keinginan yang kuat untuk mengambil dan memiliki segala sesuatu yang ada, tanpa ada rasa kepuasan di dalam dirinya. Berapa pun yang diperolehnya, tidak akan dirasakan adanya buat dia. Berapa pun yang dimilikinya, bagaikan tidak apa-apa padanya. Karena itu, jika tamak itu sudah meracuni diri seseorang, maka dunia dan segala isinya yang dimiliki dirasakannya tidak sedikit pun sesuatu yang dimiliki. Sifat tamak ini melahirkan sifat pelit yang juga sangat berbahaya.

BACA JUGA  PW Muslimat NWDI DKI Jakarta Adakan Koordinasi dan Sosialisasi Pengurus

Dikutip dan dikomentari oleh Ahmad Thib Raya. Jakarta-Matraman, Selasa malam, 9 Juni 2020.

BACA JUGA  Dandim 1615/Lotim : Prajurit Harus Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid-19

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA