HIKMAH DIBALIK CERPEN (6) SEMUA ADA ATURAN Oleh : Abu Akrom

HIKMAH DIBALIK CERPEN (6) SEMUA ADA ATURAN Oleh : Abu Akrom

Suatu hari ketika saya masih duduk di kelas IV SDN 03 Sikur, Lombok Timur, NTB, saya bersama dua orang teman memanfaatkan waktu istirahat yang sudah ditentukan aturannya dalam sekolah. Pada umumnya jam istirahat adalah waktu yang ditunggu-tungguh oleh semua siswa yang sekolah, karena pada jam tersebut mereka dapat bermain lepas atau membeli makanan/minuman yang disukai untuk menambah stamina dalam belajar.

Demikian halnya saya dan dua orang teman saya benar-benar memanfaatkan waktu istirahat tersebut, tetapi saat itu kami bermain melewati batas waktu yang sudah ditentukan. Kami bertiga bermain terlalu jauh keluar sekolah menelusuri kali, sambil menikmati jernihnya air kali ditambah udara yang bersih dan segar, maklum suasana udara di kampung benar-benar masih alami belum terkontaminasi dengan polusi seperti di kota-kota besar yang ada di Indonesia.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol santai tentang aktifitas kehidupan sehari-hari, biasa yang namanya anak-anak yang dibicarakan itu kebanyakan soal mainan ala kampong yang kami senangi. Akhirnya baru tersadar ternyata waktu istirahat sudah lewat, akhirnya kami segera kembali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Singkat cerita setelah sampai di sekolah, kami bertiga tidak diizinkan masuk sekolah karena terlambat. Ibu guru saya waktu itu menyuruh kami berdiri di halaman sekolah yang biasa dipakai upacara dan senam SKJ (Senam Kesehatan Jasmani).

Kami hanya pasrah dengan hal ini dan siap menerima hukuman apapun, karena kami memang melakukan kesalahan yang tidak pantas. Benar saja, setelah kami diintrogasi dengan berbagai macam pertanyaan, akhirnya disuruh berdiri tegak menghadap barat, lalu betis kami dipukul berulang kali dengan kayu sampai kulit berwarna merah sambil menahan rasa sakit menembus daging dan tulang. Setelah dihukum, kami meminta maaf dan berjanji tidak lagi berbuat kesalahan yang sama.

Dari cerpen ini dapat kita mengambil hikmah pembelajaran yang sangat berharga, bahwa hidup ini penuh dengan aturan baik aturan agama maupun aturan dunia. Selama aturan itu baik dan mendatangkan kemaslahatan, maka wajib hukumnya kita patuhi dan jangan sekali-kali melanggarnya, karena itu berakibat merugikan diri sendiri dan mendapat sanksi/hukuman yang tidak mengenakkan.

Jakarta, 25 Dzulqa’dah 1441 H/17 Juli 2020 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA