HADIAH SURGA DARI LEBAH (2) Oleh : Nurmila Sari, S.Pd, MM

banner post atas

KAJIAN DARI PERSPEKTIF BIOLOGI

Dalam ilmu Biologi yang akan kita kaji tentu adalah lebahnya, karena namanya juga bio yang artinya hidup, ya pastilah yang akan dibahas pasti pabrik madunya alias mas mas lebah yang kesana kemari menghisap nektar dari bunga tentunya hehe…. kok bukan mbak mbak lebah sih…penasaran kaan… yuuk jangan pindah kmana mana dulu, cekidot ya..

Iklan

Gambar di atas adalah morfologi lebah secara umum, namun dalam pembagiannya ada 3 jenis morfologi dari lebah. Lebah madu hidup berkoloni. Jumlah populasi koloni tergantung pada kualitas dan potensi lebah ratu. Kemampuan bertelur ratu tidak sama, tergantung dari strain, queen rearing procedure (pemeliharaan), dan breeding program (pembudidayaan).

Dalam koloni madu dikenal tiga kasta, yaitu : seekor lebah ratu, sekitar 200-300 lebah jantan, dan 10.000-100.000 lebah pekerja. Hadeuh….udah kaya orang Hindu aja mengenal kasta..


Lebah Ratu

Lebah ratu hanya ada satu dalam sarang, dan tidak memiliki raja. Ia dua kali lipat lebih panjang dan 2,8 kali berat dari lebah pekerja. Jika terdapat lebih dari satu, maka para ratu akan berkelahi memperebutkan kedudukan ratu, tetapi meski demikian sang ratu memiliki watak yang halus, sabar, dan mencintai rakyatnya, ia tidak mau menyengat meskipun diganggu kecuali ada ratu lain di dalam sarangnya. Lebah ratu dapat menyengat berkali-kali tanpa rusak tubuhnya atau binasa. Dari seluruh penghuni sarang, lebah ratu memiliki bentuk paling besar dan bobot paling berat. Lebah ratu kebal terhadap segala macam penyakit karena pakan yang dikonsumsinya sehari-hari adalah royal jelly. Naaa…. belajar dari sang ratu dong seharusnya, yang kebal dari berbagai macam penyakit karena yang dikonsumsi royal jelly loo…. masih ga percaya ni kalau madu bisa mengobati berbagai macam penyakit?

Ratu tugasnya hanya bertelur terus-menerus untuk mengembangbiakkan lebah-lebah baru. Ia menelurkan telur yang akan menjadi lebah pekerja, lebah jantan, dan kadang-kadang calon lebah ratu. Lebah ratu mengalami perkawinan hanya satu kali selama hidupnya, yaitu pada awal kedewasaannya. Lebah ratu menghasilkan dua macam telur, yaitu telur subur atau fertile yang menghasilkan lebah pekerja dan lebah ratu, dan telur tak subur atau infertile yang menghasilkan lebah jantan.

Lebah Jantan

Lebah jantan tidak bekerja. Ciri yang menarik perhatian adalah matanya yang besar. Lebah jantan berukuran lebih kecil dibanding lebah ratu, tetapi lebih besar dibanding lebah pekerja. Warnanya kehitaman, suara dengungannya keras, kakinya tidak memiliki bakul untuk menyimpan tepung sari bunga, dan bibirnya tidak memiliki selang pipa penghisap madu. Ekornya tidak bersengat dan sifatnya tenang. Tugasnya hanyalah mengawini lebah ratu muda. Di dalam sarang ia bertugas menjaga sarang, membersihkan sarang dari kotoran, dan beberapa tugas ringan lainnya. Fungsi utama lebah jantan adalah mengawini calon lebah ratu. Hemmm enak betul ini lebah jantan, hanya jadi tukang bersih bersih dan kawin aja kerjaannya haha….

BACA JUGA  Curahan Hati dr. Emilia Nissa Khairani.. Salah Satu Pejuang di Garda Terdepan Pandemik CoVid-19 

Lebah Pekerja

Ukuran tubuh lebah pekerja ini lebih kecil daripada lebah ratu dan lebah jantan. Bentuk tubuhnya ramping, warnanya hitam kecokelatan, ekornya memiliki sengat yang lurus dan berduri. Dengan sengatnya, lebah pekerja akan menyerang apa pun yang mencoba mengganggu atau berusaha memasuki sarangnya, tetapi mereka tidak pernah menyerang lebah ratu. Sengat lebah pekerja hanya dapat digunakan sekali dalam hidupnya. Sesudah menyengat ia akan mati. Ia juga tidak dapat tersesat karena ia memiliki indra mengenal rumah yang tajam, selain itu ia juga memiliki ketajaman mengenal kualitas makanan. Di dalam sarang, setiap lebah pekerja melakukan tugas tertentu sesuai dengan umurnya. Pembagian tugas dan organisasi lebah madu sangat teratur, tertib, dan disiplin atas dasar kesadaran diri. Yang mengatur segala-galanya dalam sarang adalah lebah rumah tangga,
sedangkan tugas di luar sarang menjadi tanggung jawab lebah lapangan. Kegiatannya tidak pernah terhenti selama hidup di dalam koloninya. Setelah dilahirkan lebah pekerja menjadi lebah rumah tangga. Tugasnya membersihkan bilik yang kosong agar dapat digunakan kembali kemudian menjadi lebah pekerja yang bertugas menjaga dan memberi pakan larva. Tugas selanjutnya adalah membangun bilik baru dan memperbaiki bilik yang lama kemudian lebah pekerja mulai menyimpan nektar dan serbuk sari yang dibawa teman-temannya. Pada saat ini disebut lebah pengolah madu, tugasnya memproses nektar menjadi madu, memeram madu, dan membuat campuran madu dengan tepung sari. Selanjutnya mereka berfungsi sebagai lebah penjaga yang bertugas menjaga sarang. Lebah pekerja yang paling tua dan paling gesit adalah lebah pencari pakan. Tugasnya mengumpulkan dan mencari serbuk sari dan nektar. Di lapangan, lebah pekerja giat melakukan tugasnya saat suhu ada pada angka 1500 C sampai 4000 C. Pada suhu di atas 3200 C banyak lebah pencari pakan bergeser tugasnya ke pengumpulan air untuk menyejukkan sarang. Subhanalllah….demikian rapih dan terorganisir dengan baik, siapakah yang mengatur? Ratu lebah? Bukanlah…. dialah Allah pemilik dan pengatur semua makhluk, subhanallah….

Tanaman Pakan Lebah

Populasi tanaman di dunia ini, selalu mengalami perubahan, perpindahan, dan pergantian. Proses perubahan ini berlangsung sangat lambat, tetapi terus menerus. Perubahan ini dinamakan evolusi organik. Penyebaran tanaman dan kontribusi aktivitas manusia di tempat itu membawa perubahan
kimiawi dalam tanah yang akan mengakibatkan perubahan tanaman yang tumbuh di lahan tersebut. Tanaman bermadu pun memiliki perubahan macam dan jumlah pada suatu tempat dan suatu saat, atau musim, dari musim paceklik sampai musim panen.

BACA JUGA  Merenungi Betapa Super nya Ciptaan Allah SWT

Lebah memiliki kesukaan terhadap tepung sari tertentu. Tetapi kesukaan mengumpulkan nektar ini adalah karena kandungan gulanya. Makin banyak nektar mengandung gula, makin senang lebah mengunjungi bunga tersebut. Nektar yang hanya mengandung kurang dari 4% gula tidak menarik baginya. Lebah juga mengunjungi sejenis bunga pada waktu tertentu, sehingga karena sifat aktivitas ini, lebah membantu keberhasilan pembuahan tanaman. Di daerah tropis, curah hujan menentukan pertumbuhan tanaman. Curah hujan dan kelembaban udara mempengaruhi hasil nektar. Pada waktu musim hujan, hasil nektar baik karena tanaman pakan lebah berbunga lebat. Bunga mengeluarkan nektar hanya pada cuaca yang sejuk sehingga sering dilihat lebah mencari madu pada saat pagi atau sore hari. Aktifitas pada siang hari yang panas tidak dilakukan untuk mencari nektar karena bunga hanya sedikit mengeluarkan nektarnya selain itu lebah sibuk untuk mencari air guna menyejukkan sarangnya.

Coba kita pikirkan dari perspektif biologi ini, lebah memiliki ilmu sebanyak itu diperoleh darimana yaa…. begitu pandainya memilah bunga, bisa tau kapan harus mengambil nektar yang tepat, bisa membedakan kadar gula dalam nektar…. apakah kita pernah memikirkan hal itu sebelumnya ? sepertinya kita hanya akan terus terusan memuji dan memuja pencipta Nya…

Coba jika manusia mau menjadi lebah, baru mau mencari nektar yang tepat aja alatnya sudah berbagai macam, ini hanya dengan belalainya saja sudah bisa menentukan nektar yang tepat dan harus diambil, inderanya bisa menentukan waktu dan suhu yang terbaik dalam mengambil nektar, coba kita bayangkan alat alat apa aja yang akan kita pakai untuk melakukan semua itu…. hadeuh… tetiba saya harus menundukkan kepala lebih dalam dan merasa malu karena kita tak berdaya dibanding penciptaanNya yang mungil ini tetapi luar biasa rumit dan banyak yang dapat kita pelajari dan kaji darinya. Mengalir air mata mengingat betapa kecilnya kita di hadapan Allah….

Yuuk.. move on sedikit, kita beralih mengaitkan madu dan lebah ini dalam perspektif Al Quran.

Bersambung …………