GERAKAN INFAQ BERAS BERKUNJUNG KE PONDOK PESANTREN NAHDLATUL WATHAN BEKASI.

0
144
banner post atas

Bekasi- 13 September 2020 Gerakan Infaq Beras berkunjung ke salah satu pondok pesantren di daerah Bekasi. Tepatnya di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Bekasi.           

Sejak dibentuknya Gerakan Infaq Beras (GIB) gerakan ini bertekad memberikan makanan khususnya Beras Terbaik untuk anak yatim dan penghafal Al-Qur’an di Seluruh Indonesia bahkan Dunia.

Pertama kali  Gerakan Infaq Beras berdiri di Pontianak tahun 2012 lalu, kemudian berkembang di Samarinda, Kutai Tmur dan kota kota besar lainya, seperti Bandung, Jakarta dan lain lain. Khusus Samarinda Gerakan ini mulai berdiri sejak tahun 2017 lalu.

Iklan

“Gerakan Infaq Beras adalah gerakan berbasis social/nirlaba yang bertujuan untuk para santri, dhuafa, yatim piatu dan para penghafal Qur’an dalam memenuhi kebutuhan mereka, terutama  kebutuhan beras,” kata pengurus Gerakan Infaq Beras, Mas Abu.

Menurut Mas Abu sebagai pengurus ,Gerakan Infaq Beras di Samarinda  mulai bergerak tahun 2017,  itu awalnya terkumpul para relawan 10 orang dan berhasil mengumpulkan   10 karung beras  dan hingga tahun 2019 ini sudah bisa mengumpulkan  12 ton lebih dan sudah dibagikan ke 4 ribu lebih penerima infaq.

“Penerimanya para santri penghafal Alquran, para santri miskin dan yatim piatu di pesantren-pesantren  dan panti asuhan. Sementara  para donator beras berasal dari orang tua asuh, para donator dan masyarakat umum,”ujar Mas Abu.

Mas Abu pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para Paskas (Pasukan Amal Shalih) yang berjumlah ratusan orang ini siap membantu mengumpulkan, memenej dan membantu aktifitas lainya demi suksesnya Gerakan pengumpul beras ini.

Sementara itu Direktur Gerakan Infaq Beras Pusat Imam Muttaqin sangat bangga, apresiasi  dan mendukung aktifitas Gerakan Infaq Beras Kota Samarinda  yang  dalam waktu singkat sudah bisa mengumpulkan beras 12 ton lebih sehingga Samarinda menempati 5 besar kota besar yang sukses mengumpulkan beras dalam jumlah besar.

“Gerakan Infaq Beras di Samarinda saya anggap luar biasa hanya perlu waktu dua tahun dari tahun 2017 hingga tahun 2019 sudh sukses mengumpulkan puluhan ton beras, sukses nya yang jelas karena kekompakan para paskah (Pasukan Amal Shalih) dengan para pengurus, dan tetu saja dukungan masyarakat Samarinda,” jelas Mas Abu saat di wawancarai team Sinar Lima.

Lanjut Mas Abu , secara nasional dia membawahi  20 kota  dan  sudah bisa mengumpulkan beras sekitar 170 ton beras dan dibagikan kepada 918 pondok pesantren dan 500 ribu santri. Ke depan pihaknya punya target bisa membantu beras sebanyak 1 juta santri. Mas Abu juga mengungkapkan Gerakan Waqaf beras ini mempunyai legalitas dan resmi karena sudah terdaftar di Baznaz, Kementrian Hukum dan HAM. Jelasnya (hasil wawancara Bayu Sugara)