Sinar5news- Jakarta- Fenomena Benang kusut terhadap ajakan mencoblos semua Paslon di Jakarta ini sudah masuk pada gerakan makar. Tentu perlu segera menangkap pelakunya agar mudah diinvestigasi motiv dan aktor dibelakangnya. Apakah ini gerakkan Mafioso yang tidak ingin lihat Nusantara maju atau ada motiv lain. ini perlu ada langkah strategis penyelenggara pemilu untuk terus memberikan edukasi agar para pemilih tidak emosional menyikapi ajakan oleh beberapa akun yang kurang bertanggung jawab.
Atas terhempasnya salah satu calon dengan inisial AB yang digadang dari jauh jauh hari oleh beberapa partai. Namum diujung pendaftaran ke KPU semua partai pendukung AB hengkang merapat ke partai Gerinda selaku pemenang pemilu di tahun 2024. Kemudian akhir-akhir ini, muncul ajakan mencoblos semua calon yang berlaga di Jakarta. Termasuk dari beberapa tulisan pengamat politik yang ikut mendukung gerakan coblos semua. Ini jelas tindakan melawan Pancasila.
Gaya gerakan ini mirip percis model kolonial, gaya kaum Yahudi, gaya PKI yang suka mengadu domba anak bangsa Nusantara. Dengan berbagai macam isu dan propaganda. Jangan terus bikin onar di bumi Nusantara, kepada cerdik pandai kaum terpelajar hendaknya ikut memberikan edukasi kepada warga bangsa agar tidak terprovokasi oleh gerakan kaum yang tidak senang bangsa ini maju mandiri. Jika tidak mau memilih itu hak pribadi tapi jgn mengajak orang lain untuk merusak tatanan demokrasi Indonesia.
Semestinya atas menyebarnya akun ajakan mencoblos semua Paslon khususnya di Jakarta dan tulisan provokasi dari cerdik pandai perlu ditelusuri aparat berwajib kepolisian sebagai tugas melekat yang di emban dari negara. Karena ini sudah melanggar aturan demokrasi. Jika kemudian protes dengan keberadaan calon kepala daerah yang diusung partai semestinya silahkan layangkan protes pada partai. Jangan kemudian tebar isu dan propaganda yang merusak tatanan demokrasi yang sudah berakar di negri Nusantara.
Ini sangat serius merusak tatanan nilai demokrasi yang sudah susah payah di bangun bangsa Indonesia. Sejak Pemilukada pertama di tahun 60-an secara terbuka, lansung, umum bebas rahasia. Pasca reformasi dunia sudah melihat dari dekat dan hasilnya bahwa demokrasi Indonesia masuk dalam tatanan baik sangat memuaskan. Indonesia masuk negara demokrasi ke- 3 terbaik dunia.
Jika kemudian tidak ada tindakan preventif dari penyelenggara dan aparat keamanan atas isu propaganda coblos semua Paslon. Model demokrasi dan mekanisme pengusulan bacalon dari partai politik sebaiknya ditinjau ulang atau direvolusioner dengan penyederhanaan tanpa melalui partai melainkan diberikan kepada perwakilan para tokoh bangsa atau penunjukan lansung dari presiden terpilih sebagai cara menjalankan demokrasi Pancasila butir ke-4.
Perjalanan panjang demokrasi Indonesia sejak pemilu tahun 60- an yang sampai saat ini jika kemudian setiap datang dan Pemilukada dan penghitungan hasil suara selalu ribut. Alangkah baiknya model demokrasi Pancasila diterapkan sebagai wujud nyata Nusantara kembali utuh melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekwen. Dengan cara Kepala daerah lsng diangkat oleh presiden. Agar tidak terus menjadi olahan politik yang buat Indonesia gaduh.
Janganlah terus buat Indonesia gaduh, jangan melulu menyalahkan pemimpin kalian jika saudara masih minta makan dari negara. Bung Karno pernah berpesan jangan tanyakan padan negara apa yang negara berikan padamu tapi tanyakan pada dirimu apa yang pernah kau berikan pada negara. Ini perlu jadi renungan kita semua anak bangsa agar bangsa ini selalu damai sentosa sebagai bangsa yang berketuhanan penuh cinta kasih.
Mari biasakan tebar kebaikan/kemaslahatan bukan kejahatan, dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu dengan hikmah bukan dengan fitnah, dakwah itu penuh cinta bukan adudomba, dakwah itu merangkul bukan memukul, tulisan itu mencerahkan bukan tebar kejelekan.
( Presiden Forum Kebangsaan: Samianto Rinjani)



