DPW AGPAII NTB & LPA NTB Gelar Sosialisasi Moderasi Islam

banner post atas

Mataram- Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia ( DPW AGPAII) NTB bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB menggelar kegiatan “Sosialisasi Moderasi Islam di Dunia Pendidikan bagi Guru PAI Se-Pulau Lombok”, 21/11/20.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, dari tanggal 18-19 November 2020 bertempat di Surya Lombok Hotel Mataram. Peserta kegiatan di ikuti oleh Guru PAI jenjang SMA/SMALB/SMK dan jenjang TK/SD/SMP. Kegiatan dibuka secara resmi oleh ketua LPA NTB H. Sahan, SH. bersama Ketua DPW AGPAII NTB Sulman Haris, S.Ag.,M.Pd.I.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari kegiatan workshop moderasi islam di dunia Pendidikan di era Pandemi yang dilakukan sebelumnya secara Daring yang melibatkan 100 orang Guru PAI NTB di semua jenjang dengan narasumber dari kalangan Akademisi, Praktisi pendidikan, komisi V DPRD NTB dan Tokoh masyarakat NTB dan Nasional.

Hadir sebagai Narasumber dari unsur Dinas Dikbud NTB diwakili olek KCD Mataram-Lombok Drs. Sahnan, M.Pd dengan materi “Peran GPAI dalam Pendidikan Modern” dan Kanwil kementerian Agama NTB yang diwakili oleh Kasi PAKIS H. Hasanudin, S.Ag. MM. dengan materi “Model Pendidikan Moderat oleh Guru PAI”.

Dalam pemaparannya Narasumber pertama Drs. H. Sahnan, M.Pd menegaskan bahwa Guru PAI harus mampu menjadi garda terdepan dalam transformasi pengetahuan dan keteladanan sehingga mampu menampilkan peserta didik yang berakhlakul karimah. Bersikap ingklusif, moderat dan toleran dalam sikap, pemikiran dan menyentuh segala asfek kebutuhannya dalam menjawab tantangan zaman di era modern saat ini, ungkap H. Sahnan.

Untuk menunjang peran tersebut lanjutnya, maka Guru PAI harus memahami fungsi dan tujuan Pendidikan yang tertuang dalam undang-undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 serta memahami tugas Guru PAI secara umum yaitu untuk Mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik dalam segala aspek menuju kearah yang positif, jelasnya.

BACA JUGA  SMA NW (Kegiatan Muhadarah Siswa)

Diakhir penyampaiannya, ia menjelaskan kedudukan Guru PAI (menurut Imam Al-Gozali) yang memiliki kedudukan “Terhormat” di sekolah maupun di masyarakat menjadi tantangan berat untuk mempu mengaktualisasikan diri secara aktif dan menjadi lokomotif penguatan karakter ditengah masyarakat sehingga mampu memberikan perubahan signifikan terhadap perubahan perilaku dalam konteks moderasi, kebangsaan dan nasionalisme.

Sementara itu Narasumber kedua H. Hasanudin, M.Ag,.MM mengarahkan kepada Guru PAI untuk lebih bersikap pleksibel, toleran dan terbuka dalam model Pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Untuk mewujudkan hal itu ungkapnya, dapat dilaksanakan dengan mengacu kepada enam ciri moderasi islam yaitu : 1). Memahami realitas; 2). Memahami kualitas; 3). Memahami prinsip; 4). Berfikir logis; 5). Bersikap pleksibel dan 6). Berprilaku humanis.

“Guru diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi peserta didik untuk lebih memaknai hasil pembelajaran dalam kehidupan nyata dan menjadi solusi bagi pergaulannya ditengah kehidupan masyarakat yang plural. Jauh dari pemikiran dan sikap yang radikalis, ekstrim dan liberal serta mampu beradapatasi ditengah kehidupan bangsa dengan semangat persatuan, nasionalisme dan kebangsaan”, jelas H. Hasanudin.

Editor: Rahman