Disnakertrans Lotim, Bantah Dianggap Tidak Respon Pemulangan Jenazah PMI dari Pontianak Kal-Bar.

Disnakertrans Lotim, Bantah Dianggap Tidak Respon Pemulangan Jenazah PMI dari Pontianak Kal-Bar.

Sinar5news.com – Selong – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) H.Supardi,S.ST,S.Km menyangkal anggapan Dinas Tenaga Kerja tidak merespon, permintaan Serikat Buruh Migran Indonesia(SBMI) untuk membantu biaya pengobatan, pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia(PMI) M.Sapi’i usia 43 tahun, warga Repok Bile,Dusun Bagik Perie,Desa Menceh,Kabupaten Lombok Timur.

“PMI ini berangkat lewat non prosudural atau illegal,pada waktu itu ada permintaan bantuan dari SBMI kepada kita (Disnakertran-red) untuk membantu biaya pengobatan,bagi PMI kita ini,tetapi kan tidak ada pos pembiayaan untuk itu ditempat kita ini, dan sekarang infonya PMI kita ini sudah meninggal dunia,” Ungkap H.Supardi.kepada wartawan diruangannya. Senin (22/06/2020).

H.Supardi juga menambahkan memang pihaknya tidak memiliki anggaran untuk membantu PMI yang mengalami musibah kecelakaan kerja ditempat kerja masing-masing di luar negeri atau luar daerah, apalagi kalau PMI itu berangkat kerja melalui jalur non prosedural atau illegal.

“Disnakertrans tidak memiliki pos anggaran untuk membantu PMI kita yang sakit atau kecelakaan kerja atau untuk biaya pemulangan jenazah, karena kalau PMI itu berangkat lewat jalur resmi (Disnakertrans) dipastikan segalanya ditanggung oleh Asuransi kerja mereka, baik pengobatan sampai biaya pemulangan jenazah,” Terangnya.

Namun pihak Disnakertrans Lombok Timur, begitu mendapat laporan dari SBMI langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mencari solusi membantu PMI tersebut.

“Laporan dari SBMI sebenarnya dari sejak PMI kita ini masih sakit di Kucing Malaysia timur, sampai dipindahkan ke RSUD Sudarso Pontianak Kalimantan Barat, meskipun tidak ada anggaran dikita,kami berusaha untuk membantu mencarikan solusi, tapi pada haris sabtu kemaren kita dapat informasi PMI kita itu sudah meninggal,” Ujarnya.

Ia juga menambahkan Setelah kita berkoordinasi dengan Pemda melalui Sekertaris Daerah(Sekda) kita akan berupaya untuk membantu biaya pemulangan Jenazah PMI kita atasa nama M.Sapi’I asal Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur.

“Alhamdulillah setelah kita berkoordinasi dengan Pak Sekda dan Baznas Lombok Timur. Baznas bersedia untuk membantu biaya pemulangan jenazah sebesar  Rp.10 juta. Sementara diperkirakan biaya pemulangan jenazah PMI kita ini mencapai Rp.20 juta, dan sekarang kami mencari tambahannya,” papar Supardi.

Untuk itu ia berharap kepada semua masyarakat Lombok Timur yang berkeinginan untuk mencari kerja ke luar negeri, agar menempuh jalur resmi atau melalui jalur pemerintah.

“Saya berharap kepada masyarakat kalau mau kerja ke luar negeri agar berangkat lewat jalur resmi, jangan mau lewat illegal atau gelap. Kami disini sangat terbuka kepada masyarakat yang mau mendapatkan informasi peluang kerja ke luar negeri. Sehingga kami dapat mengarahkan kepada PJTKI yang legal dan bertanggungjawab dan tatkala ada musibah sudah dijamin oleh Asuransi Ketenaga kerjaannya,” Pungkasnya.

 

(Bul)         

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA