Cetak Da’i yang Mumpuni, MUI NTB & Pusat Gelar Pelatihan Kader Dakwah

banner post atas

Mataram- Dalam rangka menyiapkan calon Dai yang mumpuni, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB dan MUI Pusat secara khusus menggelar Pelatihan Kader Dakwah di Hotel Lombok Astoria, Rabu 18/11/2020.

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 18-20 November 2020 dan di ikuti oleh 47 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) islam Se-NTB. Hadir sebagai Narasumber Dr. KH. Cholil Nafis, Lc, Ph.D (Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat), Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH,.MA (Guru Besar UIN Mataram), KH. Ahmad Zubaidi (Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat), Dr. KH. Amirsyah Tambunan, MA (Wakil Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag (Guru Besar UIN Mataram), Dr. Harfin Zuhdi (Akademisi UIN Mataram).

Pelatihan tersebut diselenggarakan dalam rangka mencetak calon Dai yang mumpuni dan dapat mengayomi ummat serta berwawasan kebangsaan.

Dalam laporannya Ketua MUI NTB Prof. Dr. KH. Saiful Muslim memaparkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan daerah yang berpenduduk mayoritas muslim. “96% jumlah penduduk NTB merupakan penganut agama Islam, sedangkan sisanya 4% merupakan non muslim yang meliputi Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Konghucu”, ungkap Saiful Muslim.

Ia juga menjelaskan bahwa NTB di kenal dengan daerah dengan jumlah Masjid yang paling banyak hingga mencapai 5000 Masjid yang tersebar dari ujung barat Ampenan hingga ujung timur Sape.

Menurut Prof. Saiful Muslim, meskipun jumlah Masjid di NTB sangat banyak namun bukan berarti dakwah itu dihentikan tapi harus tetap dilaksanakan karena Dakwah merupakan sebuah kewajiban.
“Masyarakat muslim di daerah terpencil di NTB sering mengeluh karena tidak pernah di datangi oleh Da’i”, bebernya.

Sementara itu Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Dr. KH. Cholil Nafis dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa fenomena Dai merupakan fenomena zaman dan mereka hadir sesuai zamannya.
“Dulu di zaman orde baru muncul Dai sejuta ummat KH. Zainuddin MZ, kemudian masuk era reformasi muncul KH. Abdullah Gimnastiar (Aa Gym), hingga pasca reformasi muncul Dai seperti Yusuf Mansyur, Ustaz Jefri Al Bukhori dll,” ungkap Kyai Cholil. (Rahman)

BACA JUGA  Prof H Agustitin :MAKNA DARI KEHIDUPAN