Oleh : Abdul Quddus Al Majidi (Siswa Kelas VIII SMP NW Jakarta)
Hai PBB…
Kau, sebuah Organisasi…
Yang sangat penting ini…
Tuk perdamaian dunia ini…
PBB, Apakah artinya? Simaklah kisah ini!
Aku masih kelas 4, seperti biasa, aku masih leha-leha di kasurku (Leha-leha = tidur). Aku masih sa…ngat mengantuk. Saat aku bangun, da…n, “(Menguap) hua…h.” Kemudian bangun dari kasurku serta berjalan ke depan pintu berwarna biru. “(Nada kaget) ha…h, (nada heran) sudah jam setengah li…ma…?” Tanpa Slow And Marshmallow lagi, (maksudku tanpa lama-lama lagi) aku pun berangkat ke Musholla At Tawabin dengan semangat, saking semangatnya sampai gak ingat apa yang kupakai. Dengan baju tidur yang tidak sengaja aku bawa. Oh iya, biasanya aku shalat pakai baju koko. Tapi, aku lagi lupa karena sebenarnya tidak disengaja aku berangkat ke Musholla At Tawabin pakai baju tidur. Jangan Ditiru ya… Kalau kamu mau ke masjid sebaiknya pakai baju koko. Ataupun kamu mungkin, (mungkin ya…, bukan benera…n). Mungkin yang ada di luar sana yang agak jauh dari tempatmu yang ber-agama selain Islam. Aku tidak melarang. Siapapun yang mau baca cerpen ini boleh siapa saja. Orang Pintar, Orang Kaya, Agama selain Islampun boleh membaca cerpen ini. Karena, “BERBEDA KEYAKINAN, bukan tuk dihindari.” Karena, berbeda agama termasuk hak asasi bagi setiap orang yang dijamin keberadaannya dan dilindungi oleh undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
Ke-esokan Harinya…
Aku berangkat ke sekolah pada pukul 06.30 pagi. Aku pakai seragam merah-putih, dan alat sekolah lengkap, dengan semangat aku berkata, “Assalamu’alaiku…m.” Ucapku ke semua temanku. Semua temanku menjawab bersama, “Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.” Akupun masuk kelas dan mengobrol sambil belajar bersama 3 temanku.
Setengah Jam Kemudian…
(Bel sekolah-pun ber-bunyi) Kri…ng, Kri…ng, Kri…ng, kri……….ng. Tak lama kemudian, Pak Siswantoro datang ke kelasku. Dia sedikit gemuk dengan memakai baju batik yang ber-motif mega mendung berpola awan coklat-hitam khas Cirebon. Berkulit coklat sawo matang, dan memakai celana jeans/levis warna hitam.
Setelah Pak Siswantoro mengucap salam serta kami menjawabnya, kamipun berdoa. Setelah berdo’a, Pak Siswantoro bertanya, “Kalian tau gak apa arti PBB?” Tanya Pak Siswantoro kepada kami. “(Kami berpikir selama 5 detik) kurang tau Pak Sis.” “PBB itu artinya Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang seluruh anggotanya hampir seluruh dunia.” Kata Pak Siswantoro. Lalu aku bertanya kepada Pak Siswantoro, “Pak Sis, PBB itu sejarahnya gimana?” Lalu, Pak Sis menjawab, “Gini aja, Bapak akan menjelaskan pada kalian. Anak-ana…k, PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945, disitu dilakukan piagam PBB pada tanggal 26 Juni 1945 oleh semua anggotanya di ibukota Amerika Serikat yang namanya San Fransisco. PBB awalnya hanya 5 negara. Amerika Serikat, Perancis, Inggris, China dan Rusia. Tapi, lama-lama bertambah berapa tahun, ada 193 negara yang bergabung bersama PBB .
Indonesia juga pernah bergabung bersama PBB pada tanggal 28 September 1950. Indonesia bergabung 4 kali. Perwakilan Indonesia sekarang Dian Triansyah Djani. Markas PBB sekarang di New York. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa Inggris, Arab, Tionghoa, Rusia dan Spanyol. Sekarang, PBB dipimpin Antonio Guterres, sekretaris Amina J.Mohammed, majelis umum Peter Thomson, Dewan Ekonomi dan Sosialnya Frederick Musiiwa Makamure Shava, keamanan Volodymyr Yelchenko.”
“Sekarang bapak tanya, apa gunanya PBB?” Tanya Pak Siswantoro. Selanjutnya, ada temanku yang lain sambil mengangkat telunjuk ke atas, “Saya Pak Sis.” Kata temanku. Temanku bertanya, “PBB itu buat menjaga dunia agar tetep damai-kan Pak.“ Lalu, Pak Sis kaget serta berkata “wa…h pinter juga kamu. Kamu hebat.” Kata Pak Siswantoro kepada muridnya-muridnya. “Gimana, udah ngerti belom?” Tanya Pak Siswantoro kepada murid-muridnya. “Pak Sis, saya masih kurang ngerti…” Kata teman sebangku-ku. “Apa yang belom kamu ngerti?” Tanya Pak Sis kepadanya. “Pak Sis, PBB ada bahasa Inggrisnya gak Pak?” Selanjutnya, Pak Sis menjawab, “Bahasa Inggrisnya UN.” Sesudah itu, seorang temanku bertanya, “Ujian Nasional Pak?” Pak Sis menjawab, “Bukan ujian nasiona…l, tapi United Nations.” Pak Sis bertanya kepada kami, “Ada yang mau bertanya lagi?” (Diam selama 6 detik), “kalau gak ada, silahkan kalian istirahat!” Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi, dan kami segera salaman ke Pak Sis dan langsung istirahat.
2 Jam Kemudian…
(Bel pulang sekolah-pun berbunyi), Kri…ng, Kri…ng, Kri…ng, Kri…ng. Di-jam 12 siang Aku langsung salaman ke-Pak Sis dan pulang ke-rumah dengan senang hati.
Seru-kan cerita di-atas 🙂 . Ingat, itu semua FAKTA, bukan FIKSI/PENIPUAN! Kisah di atas termasuk kisah nyata dariku, dengan sedikit sekali pengeditan agar tetap bagus untuk dipelajari. Aku membuat cerita di atas pada tanggal dan hari Rabu, 15 April 2020 M/22 Sya’ban 1441 H. Selesai pada jam 8 malam lebih 24 menit.
Mohon maaf, beribu-ribu maaf jika ada kesalahan dan kekurangan karena aku sebagai manusia biasa, bukan manusia yang luar-biasa. Mungkin 1 atau 2 tahun ke-depan akan bertambah, mungkin negara PBB dari 193 akan naik ke-194 dan 195, atau mungkin (mungkin, bukan beneran ya…) mungkin 1 atau 2 tahun ke-depan markas besar PBB berpindah tempat. Aku hanya pembuat cerpen yang biasa. Jadi aku minta maaf.
SARANKU : SEBAIKNYA INI DIBACA! Oh iya-ya, selanjutnya cerpen ke-5, POKOKNYA, SETIAP KELIPATAN KE-5 DARI CERPENKU, ADA KISAH yang NYATA Dari SELURUH DUNIA. Bukannya aku merasa pintar, tapi tujuanku itu, MEMBIMBING RAKYAT INDONESIA Agar MENGHINDARI Kurang Rajin dalam Belajar, Demi MASA DEPAN YANG SUKSES DAN BAHAGIA. Aku tidak mengatakan bahwa kamu kurang rajin, tapi mungkin orang-orang di luar yang SANGAT JAU…H SANA yang kurang belajar. SELURUH RAKYAT INDONESIA Pasti RAJIN-RAJIN. Aku tahu-kok. Insya Allah, kurang-lebih dalam 1 hari setelah pengiriman di GOOGLE, cerpenku akan hadir yang berjudul, “MESIR KUNO, Mumi dan Fir’aun yang PENUH MISTERI.” Silahkan tolong dibaca ya… Tolong diingat, “Ini FAKTA, bukan FIKSI.“ Dan perlu di-ingat, “Belajar + lelah = Sukses.”



