Habib Abu Bakar bin Umar bin Abdullah, daman al-Mawaid fi Syatta al-Fawaid, hal. 24, menyebutkan cara jika Anda ingin bertemu Nabi sebagai berikut;
من أراد أن يرى النبي صلّى الله عليه وسلّم أو أحد من الموتى أو غير ذلك فليتوضأ وليلبث ثيابه ولينم على يمينه ويقرأ وهو مضطجع والشمس وضحاها والليل إذا يغشى والإخلاص سبعا سبعا ثمّ يقول (اللَّهُمَّ أَرِنِيْ فِى مَنَامِيْ كَذَا وَكَذَا وَاجْعَلْ لِيْ مِنْ أمْرِيْ فَرَجًا وَمَخْرَجًا وَأرِنِي فِي مَنَامِيْ مَا اسْتَدَلَّ بِهِ عَلَى اسْتِجَابَةِ دَعْوَتِيْ) يفعل ذلك سبع ليال متوالية فإن لم ير شيئا فليعلم أنه قد أساء فى أمره. مجرب صحيح. وقد أجازني فى قراءة هذه الفائدة -الحبيب عبد الله بن أبي بكر العطاس والحبيب شيخ بن محمد الحبشي.
Artinya: “Barang siapa yang ingin bermimpi bertemu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam atau salah seorang dari orang yang telah meninggal atau selainnya, maka berwudhulah dan pakailah baju lalu tidurlah dengan sisi kanan dan membaca Surat Asy-Syams, al-Lail, dan Al-Ikhlas masing-masing dibaca tujuh kali dalam keadaan tidur miring, lalu membaca doa berikut: “Allâhumma arinî fî manâmi (sebutkan nama orang yang ingin ditemui dalam mimpi) waj’al lî min amrî farajan wa makhrajan wa arinî fî manâmî ma istadalla bihi ‘alâ istijabati da’watî”
Amalan tersebut dilakukan selama tujuh malam secara kontinyu, jika orang yang mengamalkan tidak bermimpi hal yang ia inginkan, maka ketahuilah bahwa ada yang keliru dalam hidupnya. Amalan ini benar dan mujarab. Telah mengijazahkan padaku Habib Abdullah bin Abi Bakar al-‘Atthas dan Habib Syaikh bin Muhammad al-Habsyi.”
Cara lain untuk dapat bertemu Rasulullah dalam mimli seperti dijelaskan dalam kitab Mukasyafatul Qulub Karya Hujjatul Islam Imam al-Ghazali menceritakan bahwa seorang ahli ibadah bertemu dengan Nabi dalam mimpinya, akan tetapi Nabi tidak melihat ke arahnya dan tidak diajak berbicara oleh baginda Rasul. Lalu orang itu berkata; Wahai Rasulullah, apakah engkau marah kepadaku?, Rasul berkata; tidak, aku tidak marah kepadamu, jika engkau tidak marah, mengapa engkau tidak melihat dan berbicara denganku sahut lelaki tersebut. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersaba; “Aku tidak mengenal dirimu”. Lelaki itupun berkata, Wahai Rasul, aku telah mendengar dari ulama’ mu di dunia bahwa engkau mengenal ummatmu lebih baik daripada seorang ibu mengenali anaknya, “ulamakku itu benar” aku lebih mengenal ummatku sejak aku diutus menjadi Rasul hingga hari kiamat, namun engkau tidak pernah berselawat kepadaku, jadi aku tidak mengenal dirimu.
Mendengar jawab Rasul tersebut, lelaki itupun terbangun dari tidurnya dan berkata; Demi Allah, aku akan membaca sekawat pada Nabi 100 kali setiap hari, iapun melakukannya, setelah 7 hari malam ke delapan lelaki itu membaca selawat sebanyak 700 kali selama 7 hari, pada malamnya ia tertidur dan di datangi Rasulullah dalam mimpinya dan berkata” Sekarang aku telah mengenalmu”.
Dari kisah ini kita dapat mengambil hikmat bahwa siapa yang ingin dikenal oleh Rasulullah, maka perbanyaklah selawat kepada beliau. Satu bacaan selawat yang kita baca akan diberikan ganjaran pahala 10 derajat.
من صلى عليّ صلاة واحدة صلى الله عليه بها عشرا



