Bupati Dr.H.Najmul Akhyar Kukuhkan Pengeraksa Gumi Tioq Tata Tunaq, Penguatan Nilai Adat dan Kepemimpinan di Lombok Utara.

Bupati Dr.H.Najmul Akhyar Kukuhkan Pengeraksa Gumi Tioq Tata Tunaq, Penguatan Nilai Adat dan Kepemimpinan di Lombok Utara.

Sinar5news.com – Tanjung Lombok Utara – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, secara resmi mengukuhkan Pengeraksa Gumi, Tioq, Tata, Tunaq (Genu Rasa Siu Ate Sopoq Angen). Pengukuhan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara melalui Bidang Kebudayaan. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Desa Jenggala. Kamis, (12/06/2025). 

Acara adat tesebut turut dihadiri Asisten III Setda Lombok Utara Bidang Administrasi Umum, Husnul Ahadi, SKM., Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budiastuti, SE., MM., Kabid Kebudayaan Dikbudpora Lombok Utara, Masrik, S.Pd., Wakil Ketua I DPRD Lombok Utara, Hakamah, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai lembaga dan organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan bentuk refleksi dari nilai keikhlasan dan keterbukaan dalam membangun kepemimpinan yang melayani.

“Acara ini merupakan pengukuhan secara adat namun sarat akan makna dan nilai. Saya memandang nilai utama pada pengukuhan ini adalah keikhlasan, keterbukaan kita untuk saling menerima sebagai pemimpin dan yang dipimpin serta bisa melayani masyarakat Lombok Utara,” ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan filosofi mendalam dari prosesi penerimaan keris dan sembeq, sebagai simbol kesiapan seorang pemimpin untuk menerima nasihat dan bimbingan dari para tokoh adat dan orang tua.

“Ketika seorang pemimpin berserah diri seperti pada awal acara menerima keris dan di Sembeq, itu artinya dia siap menerima nasihat apapun dari orang-orang tua dan tokoh-tokoh budaya. Ini mencerminkan kerendahan hati dan kesiapan untuk melayani,” jelasnya.

Pengukuhan Pengeraksa Gumi Tioq Tata Tunaq (Genu Rasa) ini diharapkan menjadi simbol penguatan jati diri dan nilai-nilai budaya dalam tata kelola pemerintahan serta membangun sinergi yang harmonis antara pemimpin dan masyarakat di Lombok Utara.(red) 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA