Buletin Jumat HAMZANWADI edisi 232 || 5 Syawal 1446 H

Buletin Jumat HAMZANWADI edisi 232 || 5 Syawal 1446 H

Bulan Ramadan telah berlalu, meninggalkan berbagai kenangan spiritual bagi kaum muslimin yang telah menunaikan ibadah puasa dan beribadah dengan penuh keikhlasan. Kini, umat Islam memasuki bulan Syawal, bulan yang dikenal sebagai bulan peningkatan amal ibadah setelah melewati ujian kesabaran selama Ramadan. Di bulan ini, ada satu tradisi yang begitu melekat di berbagai daerah di Indonesia, yaitu Lebaran Ketupat.

Lebaran Ketupat merupakan tradisi khas yang erat kaitannya dengan puasa sunnah Syawal, yaitu puasa selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini berkembang di masyarakat sebagai bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan puasa sunnah tersebut. Salah satu ciri khasnya adalah perayaan dengan menghidangkan ketupat, makanan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa.

Di Dasan Esot Desa Labuhan Haji Lombok Timur, misalnya, masyarakat menghidupkan suasana puasa Syawal dengan membangunkan sahur bersama, seperti halnya di bulan Ramadan. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, dan setelahnya, mereka mengadakan dzikir bersama di masjid, lalu menyantap hidangan yang dibawa oleh masyarakat secara gotong royong.

Meskipun tidak ada tuntunan khusus dari Rasulullah ﷺ untuk merayakan puasa Syawal dengan perayaan khusus, masyarakat muslim di Indonesia menjadikannya sebagai bentuk ekspresi Selengkapnya baca disini Ini 👇 

BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 232

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA