Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 139 || 27 Dzulqa’dah 1444 H

Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 139 || 27 Dzulqa’dah 1444 H

Selama sembilan tahun, sejak masa kerasulan, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam telah berusaha menyampaikan ajaran Islam dan mengusahakan hidayah serta perbaikan kaumnya di Makkah. Namun, kebanyakan orang-orang Makkah selalu menyakiti, memperolok-olok, dan berbuat semena-mena terhadap Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat, kecuali sekelompok kecil orang yang sudah masuk Islam dan beberapa orang yang selalu membantu beliau walaupun belum masuk Islam.

Paman Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Thalib, termasuk orang yang baik hatinya, meskipun belum masuk Islam. Dia selalu membantu Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala bentuk. Pada tahun kesepuluh kenabian, ketika Abu Thalib meninggal dunia, Kaum Kafir mendapat kesempatan untuk mencegah perkembangan Islam dan menyakiti Kaum Muslimin secara lebih leluasa.

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun pergi ke Thaif yang didiami Kabilah Tsaqif yang berjumlah besar, dengan harapan apabila kabilah tersebut masuk Islam, Kaum Muslimin akan terbebas dari berbagai penderitaan dan Thaif akan menjadi pondasi penyebaran agama. Setibanya di Thaif, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam langsung menemui tiga orang yang ditokohkan. Beliau berbicara dengan mereka, mengajak mereka kepada agama Allah Subhaanahu wata’ala, dan agar mereka mau membantu Baginda Rasulullah Shallallahu… Selengkapnya baca disini 👇

Buletin Jum’at HAMZANWADI EDISI 139

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA