BESI DALAM PERPEKTIF BIOLOGI DAN KESEHATAN

Sekarang kita hubungkan ke perspektif biologi dan kesehatan ya…biar komplit pengetahuan kita gaess…
Zat besi atau Fe (ferum) merupakan salah satu mineral yang dikenal sebagai zat gizi mikro (mikronutrien). Tidak bisa dipungkiri bahwa Fe adalah nutrisi yang sangat penting untuk tubuh manusia meskipun tergolong mikronutrien (dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit). Zat besi (Fe) merupakan mikroelement yang esensial bagi tubuh. Zat ini terutama diperlukan dalam hemopobesis (pembentukan darah), yaitu dalam mensintesa hemoglobin (Hb) (Sediaoetama, 2006). Jangan puyenk dulu ya hehe… intinyaaa… kalau sumsum tulang belakang kita adalah pabrik pembuatan sel darah merah, maka zat besi ini bahan bakunya gitu lho….
Sederhananya begini ya, saat sel darah merah keliling keliling ke semua jaringan di tubuh kita sambil bawa bawa mangkok yang isinya oksigen dan kemudian balik lagi bawa karbon dioksida, kadang dia di jalan tuh ketemu virus, bakteri, parasit dll lah yang suka ganggu, dan jahatnya kadang suka dirusak…. jadi…saat dia masuk ke ke dalam organ hati diseleksi lagi tuh… yang masih bagus lanjut jalan, yang fungsinya sdh rusak dan umurnya udah 120 hari lebih langsung dipindah masuk mesin penghancur , disitu dihitung berapa yang rusak…. naaa… abis itu hati bikin laporan ke otak minta dikirim sel darah merah sejumlah yang rusak. Dari laporan hati, otak memberi perintah ke sumsum tulang belakang untuk membuat sel darah merah. Dikeluarkan deh stok bahan baku berupa zat besi dari gudangnya yang ada di hati, dan haemoglobin yang sudah dihancurkan menjadi heme didaur ulang lagi menjadi sel darah merah baru lagi. Kalau bahan bakunya kurang ya ga bisa buat sesuai perintah dooong…. jika kita kekurangan zat besi maka sel darah merah yang terbentuk jadi kurang deh atau sering dibilang anemia. So simple kan ya memahaminya…hehe. Jadi upayakan kita jangan sampai kekurangan asupan zat besi dan pastikan nutrisi kita tercukupi.
Demikianlah Allah manciptakan seluruh penciptaan dengan sebesar besar manfaat dan semoga menjadikan pelajaran bagi kita kaumnya yang selalu berfikir dan mengagungkan penciptaannya….aamiin.. see you next artikel ya…

Mikroelemen tersebut merupakan mineral yang terdapat didalam darah dan dalam semua sel tubuh serta bertindak sebagai pembawa oksigen yang diperlukan sel dan karbon dioksida dari sel ke paru-paru (Harper, 2006). Kebutuhan zat besi pada setiap individu tentunya berbeda-beda berdasarkan BB, kelompok usia maupun jenis kelamin. Zat besi mengambil peran penting dalam proses distribusi oksigen dalam darah tubuh manusia. Zat besi juga berfungsi dalam proses produksi haemoglobin. Selain itu zat besi juga berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh.
Kekurangan zat besi akan semakin memperbesar potensi tubuh mudah terserang penyakit. Zat besi adalah salah satu unsur yang diperlukan dalam proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dalam menu makanan sehari hari dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah.
Besi (Fe) adalah logam transisi dan memiliki nomor atom 26. Bilangan oksidasi Fe adalah +3 dan +2. Fe memiliki berat atom 55,845 g/mol, titik leleh 1.538° C, dan titik didih 2.861° C. Besi adalah logam dalam kelompok makromineral di dalam kerak bumi, tetapi masuk kelompok mikro dalam sistem biologi. Definisi Besi juga merupakan logam transisi yang memiliki sifat sangat kuat, tahan panas, mudah dimurnikan, tetapi mudah korosi sehingga memerlukan logam lain untuk melindungi besi dari korosi. Fe adalah logam esensial bagi tubuh yang dalam dosis tinggi bersifat toksik. (Widowati, 2008).
Fe yang dalam keadaan tereduksi kehilangan 2 elektron memiliki 2 sisa muatan positif, yaitu bentuk fero (𝐹𝑒+2). Keadaan teroksidasi Fe kehilangan 3 elektron memiliki sisa 3 muatan positif, yaitu bentuk feri (𝐹𝑒+3). Fe dalam 2 bentuk sangat menguntungkan sehingga bisa berperan dalam proses respirasi sel serta sebagai kofaktor enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi dan reduksi untuk produksi energi yang terdapat pada semua sel tubuh.
Tubuh manusia hanya mengandung besi sebanyak 4 gram. Adanya unsur besi di dalam tubuh berfungsi untuk memenuhi kebutuhan akan unsur tersebut dalam mengatur metabolisme tubuh. Di dalam tubuh sebagian besar unsur besi terdapat dalam haemoglobin, pigmen merah yang, terdapat didalam sel darah merah karena itulah asupan besi setiap hari sangat diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja, air kencing, dan kulit. Namun asupan zat besi yang dianjurkan juga harus dipengaruhi dua faktor yaitu kebutuhan fisiologis perseorangan dan persediaan zat besi di dalam makanan yang disantap.
Tubuh manusia kehilangan zat besi setiap harinya kira-kira 14 mikrogram perkilogram berat badan, atau hampir sama dengan 0,9 miligram zat besi yang hilang pada laki-laki dewasa, 0,8 miligram pada wanita biasa, bagi wanita usia subur, kehilangan zat besi menjadi bertambah melalui darah haid yaitu sekitar 1,25 miligram perhari, selama masa haid. Bagi bayi, anak-anak, dan remaja zat besi dibutuhkan untuk menambah massa sel darah merah dan pertumbuhan jaringan tubuh. Bayi membutuhkan zat besi 0.96 mg/ hari, anak-anak membutuhkan zat besi 0,70 mg/hari dan anak remaja zat besi yang diperlukan berkisar antar 1,17-2,02 mg/hari. Dari sini kita masih dapat tarik keajaiban besi yang telah disampaikan dala Al Quran
Ada dua jenis zat besi yang berada didalam makanan :
1. Zat besi yang berasal dari hem (dari hewan).
Zat besi yang berasal dari hem merupakan penyusun hemoglobin dan mioglobin. Zat besi jenis ini terkandung dalam daging, ikan dan unggas, serta hasil olahan darah. Zat besi jenis hem terhitung sebagai fraksi yang relatif kecil dari seluruh masukan zat besi, biasanya kurang dari 1-2 mg/hari
2. Zat besi yang berasal dari no-hem (dari tanaman)
Zat besi non-hem merupakan sumber yang lebih penting, yang di temukan dalam tingkat yang berbeda-beda pada seluruh makanan yang berasal dari tumbuhan. Zat besi no-hem ini dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
@ Zat besi makanan. Berasal dari sayuran dan kacang-kacangan
@ Zat besi cemaran. Berasal dari tanah, debu, air, panic, besi, dan lainnya
@ Zat besi fortifikasi. Suatu Zat yang berasal dari campuran zat besi yang di gunakan bervariasi dalam potensi penyediaannya
Dari seluruh sumber besi yang ada, dua sumber besi yang terbaik bagi tubuh terdapat pada hati dan ginjal. (De Maeyer, 1995)
C. Manfaat/fungsi Fe
Zat besi mempunyai peranan atau manfaat yang penting dalam pengangkutan oksigen dari paru-paru ke tisu. Zat besi bergabung dengan oksigen di dalam paru paru dan melepaskan oksigen dalam tisu-tisu yang memerlukan. Manfaat zat besi bagi tubuh :
1. Digunakan dalam pembuatan hemoglobin dan mioglobin
2. Dapat mencegah anemia
3. Menormalkan imuniti
4. Meningkatkan kekebalan tubuh
5. Dapat menyembuhkan kerontokan
Zat besi ada di setiap sel-sel jaringan tubuh manusia dan berfungsi vital, seperti: mengikat oksigen dari organ paru-paru dalam bentuk protein hemoglobin, menjadi media transportasi bagi elektron-elektron dalam sel aktif dalam bentuk cytochrome, memfasilitasi penggunaan dan penyimpanan oksigen dalam jaringan otot dalam bentuk myoglobin serta bagian integral dari metabolisme enzim dalam berbagai jaringan sel tubuh.
Dalam dunia medis, zat besi sering dipergunakan sebagai terapi penyembuhan untuk:
1. mengatasi gejala anemia yang disebabkan kekurangan zat besi yang umum terjadi.
2. Sebagai suplemen, zat besi juga sering ditambahkan dalam asupan bagi ibu hamil dan menyusui dan bagi wanita yang sedang menstruasi.
Secara normal, tubuh dapat menyimpan zat besi untuk keperluan selama beberapa tahun ke depan tanpa kekurangan, hanya saja perlu diperhatikan bahwa beberapa kondisi medis bisa menyebabkan simpanan zat besi tersebut terkuras cepat dan membutuhkan pergantian segera sebelum terjadi defisiensi zat besi dalam tubuh. Zat besi yang didapat akan membantu perkembangan fungsi otak karena zat besi telah membawa oksigen kedarah yang secara langsung berkaitan dengan kesehatan otak. Tidak hanya itu, zat besi juga dijadikan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh. Zat besi juga memiliki peran penting dalam pembentukan dopamine, norepinephrine, dan serotin dimana zat-zat kimia ini akan melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan fungsi saraf dan otak. Dalam kesehatan, zat besi akan meningkatkan kekebalan tubuh dan metabolisme tubuh. Hal itu karena peran zat besi dalam melawan beberapa penyakit dalam tubuh. Selain itu, zat besi akan mengambil ekstrak makanan yang dikonsumsi untuk didistribusikan keseluruh tubuh untuk membentuk metabolism energy dalam tubuh. Zat besi memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk enzim dalam tubuh. Manfaat zat besi juga bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh yang akan merugikan tubuh.
Sumber:
Ibnu Faizal, 2016. Skripsi: Kajian Tentang Besi Dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia Dalam Perspektif Sains Dan Qs. Al-Hadid/57:25. UIN-SU.



