Bima Arya Raih Predikat Best Government Officer dalam Ajang People Of The Year 2020

banner post atas

Sinar5news.com – Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya berhasil meraih penghargaan Best Government Officer for Accelerated Growth pada ajang People Of The Year 2020. Ajang yang digelar oleh stasiun Metro TV ini merupakan sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh-tokoh inspiratif yang selama ini terus berkontribusi dalam upaya membangun Negeri.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh kepala dinas, camat, lurah, ASN yang berikhtiar setiap hari tanpa henti untuk turun ke lapangan memperbaiki kualitas hidup warga,” ungkap Bima Arya melalui keterangan tertulisnya, Kamis, (19/11).

Sementara itu, selain kategori Best Government Officer yang berhasil diraih, ada 4 kategori lain yang diberikan yakni, Best CEO, Best Social Media Movement, People Of The Year dan Lifetime Achievement. Adapun penghargaan Best Government Officer ini diberikan kepada kepala daerah tingkat II wali kota/bupati yang kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan di daerahnya sehingga berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

“Tidak mungkin penghargaan ini dicapai tanpa kerja keras seluruh ASN yang turun ke lapangan, yang meluangkan waktunya berkomunikasi dengan warga, mencari solusi bersama-sama dengan warga kemudian menggelontorkan anggaran yang berasal dari rakyat dan dikembalikan untuk rakyat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan tersebut, diketahui sebanyak 100 orang menjadi bakal calon untuk menerima penghargaan dari masing-masing kategori tersebut.

Namun, hal tersebut kemudian berubah menjadi 20 orang calon penerima penghargaan usai rapat yang dilaksanakan para dewan juri.

Nama-nama dari calon penerima penghargaan tersebut akan dinilai dan ditentukan oleh dewan juga internal dan eksternal yang masing-masingnya memiliki latar belakang yang berbeda.

Dalam juri yang masuk ke dalam internal diantaranya ialah ada Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun, Pemimpin Redaksi Metro TV Arief Suditomo, CEO PT Citra Multimedia Indonesia Kania Sutisnawinata dan Jurnalis Senior Metro TV Andy F Noya.

BACA JUGA  Ratas Covid-19 dengan Seluruh Gubernur. Presiden Jokowi : Arahkan Yang utama Jaga Kesehatan dan Keselamatan Rakyat.

Kemudian dewan juri eksternal terdapat Pengusaha sekaligus Politisi Sandiaga Uno, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Wakil Menpan-RB sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Eko Prasojo, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono dan pendiri platform kitabisa.com M Alfatih Timur.

Dalam hal ini, Arief Suditomo selaku Ketua Dewan Juri sekaligus Pemred Metro TV menjelaskan bahwa sistem penilaian dilihat dari rekam jejak, inovasi, kreativitas, serta prestasi yang pernah diraih.

“Perbedaan dengan 2019, kali ini mau tidak mau selalu mengarahkan kepada elemen-elemen yang terkait dengan Covid-19. Seluruh kategori kita taruh elemen penanganan atau partisipasi mereka terhadap Covid-19. Itu elemen yang sangat penting, itu dilihat oleh seluruh dewan juri, internal dan eksternal dalam partisipasi mereka ikut menangani Covid-19,” ujar Arief.

Proses penjuriannya, kata Arief, menghabiskan waktu dua bulan. “Ada pra, ada pelaksanaan. Pranya cukup lama karena terkait dengan metodologi dan ini juga terkait dengan situasi sekarang (pandemi),” terang dia.

Arief Suditomo berharap, ajang People Of The Year 2020 ini bukan hanya sekedar menjadi acara tahunan, tapi ini adalah sebuah momentum di mana Metro TV keramaian seluruh achievement, seluruh perujangan, seluruh pengorban dari tokoh-tokoh yang sudah melakukan dan menjadi komitmen mereka dalam mencapai cita-cita kemerdekaan.

“Merekalah orang-orang yang memberi tapakan sedikit demi sedikit atau bahkan banyak dalam mencapai Indonesia yang adil dan makmur, sehat, cerdas. Itu yang pada akhirnya kita ingin jadikan bukan hanya acara tahunan tapi ini pengingat kepada kita bahwa ada saudara-saudara sebangsa kita sudah berjuang, berkorban dan bahkan kita menjadi living legend untuk pada akhirnya kita jadikan contoh, sekaligus mungkin bisa jadi inspirasi,” pungkasnya.

BACA JUGA  Privatisasi Pertamina Lewat IPO Berpotensi Langgar Konstitusi