BERGURU KEPADA MATAHARI (Sosok Inspirator dari Pahlawan Nasional asal NTB)

BERGURU KEPADA MATAHARI (Sosok Inspirator dari Pahlawan Nasional asal NTB)

Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Tulisan ini adalah bagian dari isi pidato Tuan Guru Bajang Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA. yang terbaru dalam rangka menyambut hari Pahlawan tahun 2020 M. yang penulis kutip melalui vidio pendek berdurasi 4 menit 36 detik yang banyak tersebar di facebook.

Dalam pidato tersebut TGB mengatakan: “Ninik Maulana Syaikh sering menyampaikan bahwa beliau mempunyai guru yaitu matahari.”

Mengapa Maulana Syaikh berguru kepada matahari?

Ternyata, –lanjut TGB– salah satu sifat matahari itu ialah dalam keadaan apapun selalu beredar, selalu memberi manfaat, menyinari dan menumbuhkan. Maka, hidup Ninikda Maulana Syaikh adalah hidup yang penuh dengan kontribusi untuk bangsa agama dan negara.

“Saya pikir filosofi matahari ini penting untuk kita renungkan, bahwa makhluk yang namanya matahari saja tidak pernah berhenti memberi kebaikan, apalagi kita sebagai makhluk Allah yang paling utama.” Kata Tuan Guru Bajang mengingatkan.

Gaya hidup bak matahari ini telah dicontohkan oleh Al-Magfurulah.

Dengan terinspirasi dari matahari, hidup Maulana Syaikh tidak pernah sepi dengan kontribusi yang nyata, banyak dan besar untuk agama, bangsa dan negara yang kita cintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Salah satu kontribusi dari Abul Madarisi wal Masajid tersebut dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, ialah keterlibatannya dalam salah satu peristiwa monumental di Lombok Timur.

“Beliaulah yang mengarahkan, mengatur dan membuat strategi untuk penyerbuan tangsi NICA waktu itu.” Cerita alumnus Al-Azhar Cairo Mesir tersebut.

Bahkan tidak cukup sampai di situ –kata TGB– Maulana Syaikh tidak hanya mengatur strategi semata, tapi beliau mengerahkan para santrinya, bahkan saudara kandungnya bernama al-magfurulah TGH. Faishal Abdul Majid gugur dan sekarang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Rinjani Selong Lombok Timur.

BACA JUGA  Sertu Hardiyono Ajak Maksimalkan Posko PPKM Mikro

“Jadi, itu satu bentuk nyata dari keterlibatan beliau dalam perjuangan fisik untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia yang baru lahir pada saat itu.” Jelas TGB.

BACA JUGA  Tanya jawab seputar puasa Ramadhan bagian 6

Selain itu, sebenarnya jauh sebelumnya –cerita TGB–, Sultanul Auliya itu juga telah menggagas satu bentuk baru pendidikan Islam, tapi berisi wawasan kebangsaan. Karena itu, markas perjuangan pertamanya dinamakan “Musala al-Mujahidin” yang berarti para pejuang.

Mengapa Sang Pahlawan Nasional dari NTB tersebut memilih penamaan markas juangnya dengan nama “al-Mujahidin” (para pejuang)?.

Sebab, dalam pandangan Pahlawan kita ini, antara pemahaman keislaman dan kebangsaan tidak boleh dipisahkan. Keduanya menyatu dalam satu tarikan nafas. Dalam artian, “Bahwa seorang muslim yang baik adalah muslim yang kontributif terhadap bangsa dan negaranya.” Tutur TGB.

Sekian tahun kemudian, Ulama bintang Shaulatiyyah tersebut juga membuat satu ormas Islam yang bernama Nahdlatul Wathan (NW) yang berarti kebangkitan tanah air. Ini juga menggambarkan akan betapa dalamnya penghayatan kebangsaan yang dimiliki Al-Magfurulah.

Nah, pertanyaan mendasar dari uraian TGB di atas. “Apa bentuk nyata keteladanan atau semangat kepahlawanan yang bisa kita petik di masa milenial, khususnya di musim pandemi Covid-19 saat ini?”.

Menarik nilai dan inspirasi kepahlawanan (terutama dari Al-Magfurulah) untuk masa kini, kata TGB ialah:

“Mengorbankan kebebasan kita dengan mengiktui pola intraksi yang sesuai protokol kesehatan Covid-19 saat ini adalah bagian dari nilai kepahlawanan yang bisa kita teladani dari sosok Pahlawan kita.”

Demikian semangat dan kontribusi nyata dari maha guru kita di Nahdlatul Wathan Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang berguru kepada matahari yang tak pernah jemu memberi manfaat bagi persada.

Wa Allah A’lam!

Bilekere, 11 Nopember 2020 M.

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Ahad 26 Jumadil Awwal 1442

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA