Adab-adab Penyembelihan

0
91
banner post atas

Ada beberapa adab yang penting diperhatikan di dalam penyembelihan, walaupun tidak mempengaruhi keabsahan hewan sembelihan. Adab-adab tersebut meliputi ;

1. Menghadap kiblat saat menyembelih.

2. Berbuat ihsan (baik) di dalam menyembelih, dimana alat sembelihan hendaknya tajam dan disembelih dileher hewan dengan kuat dan cepat.

Iklan

Sebagian ulama berpendapat bahwa adab ini tergolong wajib sesuai dengan zhohir perintah di dalam hadits ;

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَالْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mewajibkan berlaku baik pada segala hal ; maka jika kamu membunuh, hendaklah dengan cara yang baik, dan jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan memudahkan hewan yang disembelihnya.” (HR. Muslim)

3. Menyembelih unta dengan cara unta tersebut dibiarkan berdiri dan diikat “tangan kirinya”, yakni kaki depannya yang kiri atau di dudukkan.
Adapun menyembelih sapi dan kambing yaitu dengan cara dibaringkan di atas sisi kirinya, menghadap ke kiblat.
Jika si penyembelih menggunakan tangan kiri (kidal) di dalam menyembelih, maka sapi atau kambing tersebut dibaringkan di atas sisi kanannya dengan tetap menghadap kiblat, dan disunnahkan meletakkan satu kaki penyembelih disisi leher hewan yang akan disembelih.

4. Memotong tenggorokan dan kerongkongan sebagai tambahan dari memotong dua urat lehernya.

5. Hendaknya tidak memperlihatkan pisau kepada hewan sembelihan ketika menajamkannya.

6. Membaca ( اللَّهُ أَكْبَرُ) setelah membaca (بِسْمِ اللّٰهِ)

7. Menyebut nama-nama orang yang berqurban setelah membaca بِسْمِ اللّٰهِ dan اللَّهُ أَكْبَرُ, lalu memohon agar Allah menerima sembelihan qurban tersebut, yaitu penyembelih membaca ;

بِسْمِ اللّٰهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ عَنِّيْ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ

“Dengan menyebut nama Allah dan Allah maha Besar. Ya Allah, darimu dan ditujukan kepadamu qurbanku, Ya Allah, terimalah qurban dariku.”

*Keterangan* :
Kata عَنِّيْ (dariku) bisa diganti dengan menyebut nama orang yang berqurban, atau diganti dengan kata عَنْهُمْ (dari mereka) jika ia menyembelih qurban orang lain, atau diganti dengan kata مِنَّا (dari kami) jika ia berserikat dengan orang lain di dalam berqurban. Demikian pula kata مِنِّيْ bisa diganti dengan مِنْهُمْ (dari mereka) atau مِنَّ (dari kami)

8. Lebih utama bagi orang yang berqurban untuk menyaksikan ketika hewan qurbannya disembelih.

9. Tidak boleh memberi upah tukang sembelih (jagal) dari hewan qurban, akan tetapi upahnya diambil dari orang yang berqurban.