ABAH HUSNI, PECINTA ILMU (Persaksian dan Doa Syekhona TGB) Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

ABAH HUSNI, PECINTA ILMU (Persaksian dan Doa Syekhona TGB) Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Pekan ini NWDI benar-benar berkabung dengan wafatnya salah seorang kader terbaiknya yakni Prof. H. M. Husni Muadz, MA., P.hd. selaku Ketua Dewan Pakar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyyah (NWDI).

Kepergian Sang Prof sontak meramaikan jagat maya facebook dan WA-WA gerup yang di miliki internal NWDI. Ucapan belasungkawa dari jamaah tak kalah ramai. Tak terkeculi Persaksian dari Syekhona Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA. almasyhur bi Tuan Guru Bajang.

Syekhona TGB dalam sebuah rekaman mp3 yang saya akses di WAG Gema NWDI menyampaikan belasungkawa dan doa, إنا لله وإنا إليه راجعون , اللهم جرنا في مصيبتنا واخلف لنا خيرا منها (Ya Allah berilah kami ganjaran terhadap musibah ini dan berilah kami ganti yang lebih baik).

Kata Syekhona, wafatnya sahabat, rekan seperjuangan dan kader al-Magfurulah almarhum Dr. Husni Muaz merupakan satu kehilangan besar dari sosok guru besar bagi para mahasiswa, bahkan bagi segenap sahabat-sahabatnya.

“Abah Muaz adalah seorang محب العلم (pecinta ilmu). Karya-karya beliau menunjukkan kualitas keilmuannya.” Kata ulama alumnus Al-Azhar Kairo Mesir itu memberikan Persaksian baik bagi almarhum.

Yang amat menarik dari almarhum penulis buku “Anatomi Sistem Sosial” ini bagi syekhona TGB, adalah pengalaman ketika TGB mengemban amanah menjadi Gubernur NTB, di mana Abah Husni sengaja datang ke kantor untuk menyampaikan ide dan gagasannya.

Menurut cerita syekhona, pada saat di Ibu Kota Jakarta waktu itu mengalami kesenjangan sosial akibat suasana politik, almarhum mengusulkan untuk diadakan “Sekolah Perjumpaan”. Tujuannya sederhana, yakni agar beragam elemen bisa sesering mungkin bisa berjumpa.

Perjumpaan itu diharapkan sebagai wadah paling efektif untuk mempertautkan ide dan gagasan bersama, atau minimal wadah itu bisa mendekatkan emosional banyak elemen masyarakat, sehingga persatuan semakin kuat dan disharmonis bisa diminimalisir atau ditekan.

BACA JUGA  -HIKMAH PAGI- PHILO SHOPIA “KERAJAAN PAJANG”

“Alhamdulillah, ide itu pun dilaksanakan dengan mengadakannya di sekolah-sekolah dengan cara memperjumpakan siswa dari berbagai elemen dan latar belakang. Syukurnya, ide itu bisa memperkokoh kohesipitas dan persatuan kita.” Terang syekhona TGB.

BACA JUGA  Pelapor Pencatutan Nama PWI Di Minta Ketrangannya. Berikut Terlapor Juga Akan Di Panggil Polisi. 

Peran Abah HM yang demikian jelas, disebut TGB sebagai sebuah ilustrasi betapa almarhum sangat kaya dengan ide-ide kebaikan. Dan ini merupakan pertanda bahwa beliau sebagai خير الناس أنفسهم للناس (manusia yang bermanfaat buat sesama).

Lebih dari itu, syekhona TGB dengan terang mempersaksikan bahwa dengan kontribusi almarhum yang demikian manfaat, maka beliau adalah sosok yang عالم وعامل ومخلص في عمله (Orang berilmu, yang mengamalkan ilmunya, dan ikhlas dalam mengamalkannya).

“Insyaallah beliau termasuk ashabul yamin, bahkan minassabiqin al-muqarrabin (orang yang didekatkan) di sisi-Nya, karena amal-amalnya dan kepeloporannya pada hal-hal yang baik.” Harap dan doa syekhona TGB.

Termasuk yang menarik dari persaksian syekhona, adalah bahwa almarhum Abah H. Muaz merupakan sosok yang –dalam sekian banyak momen pertemuan dan perjumpaan– tak pernah gibah atau membicarakan orang lain, apalagi memfitnah. Justru, yang keluar dari lisan beliau adalah ilmu, ide dan gagasan yang konstruktif.

Hebatnya lagi, Abah Muaz adalah orang yang lahir dari عائلة معروفة بالعلم والصلاح (keluarga yang dikenal dengan ilmu dan kesalehannya). Ayah, kakek dan bahkan keturunan beliau adalah orang-orang baik.

Maka, “saya bersaksi pada kesempatan yang baik ini, أنه من أهل الخير sesungguhnya Abah, teman seperjuangan saya Dr. H. Husni Muaz adalah orang baik. Saya berharap semoga kita bisa meneruskan perjuangannya untuk menebar kebaikan dalam kehidupan ini.” Tutup syekhona TGB dengan sesekali menarik napasnya.

Alangkah indahnya tuntunan Nabi dalam hadisnya:

اذْكُرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِيهِمْ .
“Sebutkan kebaikan orang-orang yang telah meninggal dan hindarilah menyebut keburukan mereka” (HR. al-Baihaqi).

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Senen 08 Robiul Sani 1442

Wa Allah A’lam

Bilekere, 27 Juli 2021 M.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA