Pesan Menyentuh Hj. Naily Mahfuzhoh Pada Wisuda Tasmi’ Hifzhil Qur’an Ponpes Al Fath Jalen

Pesan Menyentuh Hj. Naily Mahfuzhoh Pada Wisuda Tasmi’ Hifzhil Qur’an Ponpes Al Fath Jalen

Pesan Menyentuh Hj. Naily Mahfuzhoh Pada Wisuda Tasmi’ Hifzhil Qur’an Ponpes Al Fath Jalen

KABUPATEN BEKASI – Suasana khidmat menyelimuti acara Wisuda Tasmi’ Hifzhil Qur’an angkatan ke-5 Yayasan Pondok Pesantren Al-Fath Jalen yang diselenggarakan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Dalam sambutannya, Umi Hj. Naily Mahfuzhoh, S.H.I., S.Pd. menyampaikan pesan menyentuh bagi para santri dan orang tua murid.

Berikut adalah naskah lengkap sambutan beliau:

Pembukaan

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang kami muliakan, orang tua kami Ibunda Hj. Tjitjik Mursyidah Muqaffi. Yang senantiasa kami hormati, Bapak Dr. H. Ujang Ruhiat, M.Ag (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi) beserta Ibu. Yang saya hormati pula Bapak H. Dedi, Bapak Muhammad Zaki, para alim ulama, asatidz, khususnya Ustadz Mulyono, serta seluruh aparatur desa mulai dari tingkat RT, RW, hingga perwakilan Kantor Kecamatan Tambun Utara.

Tak lupa, yang saya sayangi dan banggakan, para dewan guru dari tingkat TK, SD, SMP, SMK, serta Mama-mama dan Ayahanda tercinta yang hadir hari ini dalam rangka tahniyah (tasyakuran) menghantarkan putra-putri kita yang telah berhasil menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Alhamdulillah, meski cuaca pagi ini cukup terik, semoga panasnya membawa berkah. Semoga kita semua yang berkumpul di majelis ini senantiasa dijumpai keberkahan oleh Allah SWT, panjang umur, sehat selalu, dan putra-putri kita menjadi anak yang sholeh serta sholehah.”

Penghargaan untuk Guru dan Orang Tua

“Sholawat serta salam mari kita haturkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Semoga kelak kita berkumpul bersama beliau di akhirat, bersama guru kita tercinta, Abah KH. Muhammad Yamin, melalui syafaat Al-Qur’an.

Izinkan saya mewakili keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Al-Fajar menyampaikan terima kasih yang tak terhingga. Menghafal Al-Qur’an di usia SD, SMP dan SMK bukanlah hal mudah. Ada masa-masa mood swing, kadang semangat, kadang loyo. Kadang setoran lancar satu halaman, kadang satu ayat saja ditunggu satu jam tidak keluar.

Terima kasih kepada para asatidz yang dengan sabar mendampingi hingga anak-anak kita sampai pada titik ini—ada yang menyelesaikan Juz 30, lima surah pilihan (Yasin, Al-Kahfi, Ar-Rahman, Al-Mulk, Al-Waqi’ah), hingga hafalan 5 Juz.

Kepada orang tua, kesuksesan anak-anak ini adalah berkat doa dan dukungan Anda. Di saat anak berjuang menghafal, orang tua di rumah berjuang mengirimkan Fatihah dan dukungan materi agar anak-anak bisa fokus. Terima kasih atas sinergi yang luar biasa ini.”

Kualitas Hafalan dan Proses Murojaah

“Perlu diketahui oleh orang tua, proses menuju wisuda ini sangat ketat. Banyak anak kami yang sebenarnya sudah hafal 18 hingga 20 juz, namun untuk wisuda kali ini kami batasi di 5 juz terlebih dahulu. Mengapa? Karena kami ingin memastikan kualitas.

Menghafal itu lebih mudah daripada menjaga (murojaah). Kami tidak ingin anak hanya sekadar setoran, tapi bagaimana mereka mampu mempertanggungjawabkan hafalannya. Kemarin Bapak/Ibu sudah menyaksikan sendiri bagaimana hafalan mereka diuji secara langsung. Insya Allah, mereka yang duduk di sini benar-benar telah tuntas dan kuat hafalannya.”

Pesan Masa Depan: Al-Qur’an dan Cita-Cita

“Tadi Bapak Kepala Kemenag menyampaikan kabar gembira bahwa yang hafal 5 juz bisa masuk perguruan tinggi secara gratis. Jadi, Ayah dan Mama, tolong anak-anaknya jangan cepat-cepat dinikahkan atau sekadar disuruh kerja. Beri mereka kesempatan menuntut ilmu setinggi mungkin.

Menghafal Al-Qur’an tidak harus selalu jadi Kyai atau Ustazah. Hafal Al-Qur’an bisa jadi apa saja. Mau jadi Polisi yang hafal Al-Qur’an? Boleh. Jadi Dokter yang hafal Al-Qur’an? Masya Allah, sekarang sudah banyak dokter yang memutar murotal di tempat prakteknya. Al-Qur’an akan menjadi benteng bagi profesi apapun yang mereka geluti nanti.”

Penutup dan Permohonan Maaf

“Terakhir, mengutip pesan almarhum Abah KH. Muhammad Yamin, kita adalah orang tua yang beruntung. Di zaman ‘Generasi Z’ dan ‘Alpha’ ini, di mana anak-anak lebih sering terpaku pada gadget, putra-putri Bapak/Ibu justru masih mau memegang dan menjaga Al-Qur’an. Ini adalah investasi akhirat. Kelak di alam kubur dan hari kiamat, anak-anak inilah yang akan mencari dan menolong orang tuanya.

Kami mewakili panitia dan dewan guru memohon maaf jika selama proses mendidik ada hal-hal yang kurang berkenan atau tindakan kami yang terlalu tegas. Itu semua semata-mata demi cita-cita mereka menjadi Hamilul Qur’an.

Terima kasih kepada seluruh tim panitia, media, dan para orang tua (POMG) yang telah membantu suksesnya acara Wisuda Tahfidz ke-5 ini. Semoga Allah membalas kebaikan kita semua dengan keberkahan yang melimpah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA