Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jakarta Terlaksana di Ponpes Tahfizh Al Akbar NWDI Gandul, Cinere, Depok

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jakarta Terlaksana di Ponpes Tahfizh Al Akbar NWDI Gandul, Cinere, Depok

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jakarta Terlaksana di Ponpes Tahfizh Al Akbar NWDI Gandul, Cinere, Depok

Depok, Sinar5News.com – Keluarga besar Majelis Hizib Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan santri serta salat tarawih berjamaah di Pondok Pesantren Tahfizh Al Akbar NWDI Gandul, Cinere, Depok, pada malam ke-24 Ramadan 1447 H.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri para jamaah, tokoh masyarakat, serta para santri. Turut hadir Ketua Garda Sasak Indonesia (GSI) dan Porkabi Jakarta Utara, Amirudin Sadri, serta Ketua Laskar Sasak Indonesia (LSI) H. Syamsudin yang berpusat di Condet, Jakarta Timur. Kehadiran berbagai tokoh tersebut menjadikan suasana silaturahmi semakin meriah, hangat, dan kolaboratif dalam mempererat ukhuwah sesama jamaah.

Acara dimulai dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, kemudian dirangkai dengan salat Isya dan tarawih berjamaah yang dipimpin langsung oleh TGH. M. Husni Haris, S.Sos, selaku Humas Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada para santri Pondok Pesantren Tahfizh Al Akbar yang merupakan binaan Ust. Rusdi Sofyan, M.Ag. Bantuan tersebut berasal dari para donatur dan keluarga jamaah yang peduli terhadap pendidikan para penghafal Al-Qur’an.

Ketua Majelis Hizib NW Jakarta: Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian

Ketua Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jakarta, TGH. Lalu Mumtaz, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap para santri.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul di kediaman Ustadz Rusdi di Pondok Al Akbar Gandul. Kegiatan silaturahmi ini berjalan lancar dan sekaligus diisi dengan santunan untuk para santri. Semoga apa yang diberikan para donatur diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa santunan tersebut bersumber dari para donatur, baik dari internal keluarga jamaah maupun dari pihak lain yang turut mendukung perjuangan pendidikan Islam.

Dalam kesempatan itu, TGH. Lalu Mumtaz juga mengajak para jamaah untuk tidak hanya bersemangat dalam menjalankan ibadah Ramadan, tetapi juga meningkatkan kesadaran dalam berzakat dan berbagi kepada sesama melalui Lembaga Zakat NWDI DKI Jakarta.

“Kita sudah memiliki payung hukum melalui Lembaga Zakat NWDI DKI Jakarta, maka mari kita salurkan zakat secara terarah agar bisa membantu para mustahik, baik di lingkungan organisasi kita maupun saudara-saudara kita yang membutuhkan, termasuk korban bencana dan saudara-saudara kita di Palestina,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi para santri agar semakin semangat membaca, menghafal, dan menjaga Al-Qur’an, serta terus aktif dalam kegiatan keagamaan meskipun di luar bulan Ramadan.

Pondok Tahfizh Al Akbar: Pendidikan Al-Qur’an Gratis untuk Santri

Sementara itu, Ust. Rusdi Sofyan, M.Ag, selaku pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Al Akbar NWDI Gandul, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan kebersamaan tersebut.

“Alhamdulillah pada malam ke-24 Ramadan ini kita bersama Ketua Majelis Hizib DKI Jakarta Tuan Guru Mumtaz dapat berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan santri serta salat Isya dan tarawih berjamaah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Pondok Pesantren Tahfizh Al Akbar memiliki sekitar 25 santri, sebagian besar berasal dari Lombok dan sekitarnya serta dari wilayah Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, sekitar lima santri telah berhasil khatam Al-Qur’an.

Menurutnya, pendidikan di pondok ini dilaksanakan dengan sistem full subsidi, sehingga para santri dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya pendidikan.

“Kami berharap dukungan doa dan bantuan dari para dermawan agar program tahfizh ini terus berjalan. Program ini dimulai dari lulusan SD hingga SMA dan semuanya gratis,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu visi besar pesantren adalah melahirkan seribu penghafal Al-Qur’an di Nusantara, sehingga saat ini pondok lebih fokus pada penguatan kaderisasi para santri.

Pengamat: Perkembangan Pesantren Sangat Signifikan

Dalam kesempatan yang sama, Tuan Guru Muda Hasan Asy’ari, ME, pimpinan Ma’had Fityanul Ulum NWDI Cinere Depok, menilai perkembangan Pondok Pesantren Tahfizh Al Akbar cukup pesat meskipun usianya masih relatif muda.

“Pesantren ini baru berjalan sekitar tiga tahun, namun sudah memiliki bangunan tiga lantai, aula, serta kegiatan pendidikan Al-Qur’an yang aktif. Ini perkembangan yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam melahirkan para juru dakwah dan penghafal Al-Qur’an yang akan membawa nilai-nilai Islam yang damai dan menyejukkan bagi masyarakat.

Selain penguasaan Al-Qur’an, ia juga mendorong para santri agar dibekali berbagai keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti jurnalistik, multimedia, dan teknologi informasi, agar mampu berdakwah secara lebih luas di era digital.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini diakhiri dengan doa bersama, dengan harapan agar ukhuwah jamaah Nahdlatul Wathan semakin kuat serta pendidikan Al-Qur’an terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat. (Amr/Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA