Syair Inspiratif Ke-758
Refleksi Akhir Tahun 2025
Karya : Abu Akrom
Tahun dua ribu dua lima
Sebentar lagi meninggalkan kita
Sungguh cepat tidak terasa
Dunia berputar setiap harinya
Mari muhasabah tentang apa
Perbuatan yang telah terlaksana
Apakah lebih banyak amalnya
Ataukah dosa yang mengotori jiwa
Jika lebih banyak amalnya
Bersyukurlah pada yang kuasa
Pertahankanlah kualitasnya
Tingkatkan setiap harinya
Jika lebih banyak amal dosa
Segera bertaubat jangan ditunda
Mohon ampunan Allah Ta’ala
Lalu berjanji tak mengulanginya
Semoga amal ibadah kita
Diterima oleh Allah Ta’ala
Diberi pahala yang sempurna
Kelak di akhirat masuk surga
Bekasi, 5 Rajab 1447 H/25 Desember 2025 M
Dengarkan musik dan lagunya yang syahdu
Penjabaran Syair Inspiratif Ke-758
Refleksi Akhir Tahun 2025
Karya : Abu Akrom
Prolog
Waktu adalah anugerah yang paling sering diabaikan. Ia bergerak tanpa suara, namun perlahan menggerus usia manusia. Setiap hari yang berlalu sesungguhnya adalah halaman hidup yang telah ditutup, tak mungkin dibuka kembali. Di penghujung tahun, ketika manusia sibuk menghitung capaian dunia, justru di situlah jiwa paling membutuhkan perenungan.
Refleksi akhir tahun bukan tentang menyesali masa lalu, tetapi keberanian untuk jujur menilai diri. Apakah hidup yang dijalani semakin mendekatkan kepada Allah atau justru menjauh dalam kesibukan yang tampak baik. Syair ini hadir sebagai teman muhasabah, mengajak hati untuk diam sejenak, menimbang amal, dan menata langkah menuju hari-hari yang lebih bermakna.
Bait Pertama — Kesadaran Akan Waktu
Tahun dua ribu dua lima
Sebentar lagi meninggalkan kita
Sungguh cepat tidak terasa
Dunia berputar setiap harinya
Tahun 2025 hampir berlalu, meninggalkan jejak yang tak mungkin diulang. Bait ini menyadarkan bahwa waktu tidak pernah menunggu kesiapan manusia. Hari demi hari terasa biasa, namun sejatinya setiap putaran dunia adalah pengurangan usia. Kesadaran ini penting agar hidup tidak dijalani sekadar rutinitas, melainkan perjalanan yang penuh makna dan tanggung jawab.
Bait Kedua — Cermin Muhasabah Diri
Mari muhasabah tentang apa
Perbuatan yang telah terlaksana
Apakah lebih banyak amalnya
Ataukah dosa yang mengotori jiwa
Muhasabah adalah keberanian menatap cermin batin. Bait ini mengajak untuk menghitung bukan hanya apa yang tampak, tetapi apa yang tersimpan di dalam hati. Amal yang sedikit namun ikhlas lebih bernilai daripada kebaikan besar yang ternodai niat. Sebaliknya, dosa yang dibiarkan dapat mengeras menjadi kebiasaan dan mengaburkan cahaya iman.
Bait Ketiga — Syukur dan Istiqamah Amal
Jika lebih banyak amalnya
Bersyukurlah pada yang kuasa
Pertahankanlah kualitasnya
Tingkatkan setiap harinya
Ketika kebaikan masih mendominasi hidup, itu adalah karunia besar dari Allah. Namun syair ini mengingatkan agar rasa syukur tidak berubah menjadi rasa aman yang berlebihan. Amal harus dijaga kualitasnya, diluruskan niatnya, dan ditingkatkan konsistensinya. Istiqamah seringkali lebih berat daripada memulai, namun di sanalah nilai sejati sebuah amal.
Bait Keempat — Taubat sebagai Jalan Kembali
Jika lebih banyak amal dosa
Segera bertaubat jangan ditunda
Mohon ampunan Allah Ta’ala
Lalu berjanji tak mengulanginya
Bait ini membawa pesan pengharapan. Dosa bukan akhir dari segalanya, selama hati masih mau kembali. Penundaan taubat adalah jebakan yang sering membuat manusia semakin jauh. Taubat sejati bukan hanya penyesalan, tetapi tekad kuat untuk meninggalkan dosa dan tidak mengulanginya sebagai bentuk kesungguhan seorang hamba.
Bait Kelima — Harapan Akan Penerimaan Amal
Semoga amal ibadah kita
Diterima oleh Allah Ta’ala
Diberi pahala yang sempurna
Kelak di akhirat masuk surga
Syair ditutup dengan doa yang penuh ketundukan. Amal yang diterima adalah impian setiap mukmin. Surga bukan semata hasil usaha, melainkan rahmat Allah yang menyempurnakan kekurangan manusia. Bait ini menuntun jiwa untuk menutup tahun dengan harapan, doa, dan ketergantungan penuh kepada Allah.
Penutup Renungan
Akhir tahun adalah undangan untuk pulang kepada diri sendiri. Bukan untuk larut dalam penyesalan, tetapi untuk bangkit dengan kesadaran baru. Selama napas masih berhembus, pintu taubat dan amal saleh selalu terbuka.
Bekasi, 5 Rajab 1447 H / 25 Desember 2025 M



