Setiap manusia pasti pernah melakukan sebuah kesalahan, baik disengaja maupun tidak, karena kita tidak ma’shum (terjaga dari dosa) sebagaimana para nabi. Maka ada sebuah perkataan sayyidina ‘Umar Ibn Khattab:
تَرْكُ الخَطِيْئَةِ خَيْرٌ مِنْ مُعَالَجَةِ التَّوْبَةِ
Meninggalkan kesalahan lebih baik dari pada memperbaikinya dengan bertaubat. (Lihat: al-Bayan Wa at-Tabyin, Jilid: 3/138).
Imam al-Ghazali (W. 505 H) pernah menyampaikan perkataan yang sungguh indah: apabila suatu hari nanti engkau merasa dirimu lebih baik dari manusia yang lain, maka ingat dan perhatikanlah:
– Jika ada seseorang yang lebih tua darimu, maka katakan pada dirimu: beliau lebih dahulu islamnya dan saya yakin ketaatannya lebih banyak dari pada saya.
– Jika engkau melihat anak kecil, maka katakan pada dirimu: dosanya lebih sedikit dari pada saya, boleh jadi dia tidak ada dosa sementara dosa saya semakin menggurita.
– Jika ada yang lebih ‘alim (lebih mengetahui) darimu, maka katakan kepada dirimu: beliau memang cerdas saya butuh belajar darinya.
– Jika ada orang yang tidak berilmu datang kepadamu, maka katakan pada dirimu: dia lebih baik dari saya, lebih baik bodoh dari pada berilmu akan tetapi tidak beramal. Dan ilmu nanti sebagai saksi nanti dihari kiamat.
– Jika engkau melihat orang yang berlumuran dosa dan maksiat, maka katakan kepada dirimu: saya akan do’akan semoga orang tersebut diberikan taubat oleh Allah dan ditutup usianya dengan husnul khatimah. Dan berdo’alah ya Allah semoga saya senantiasa diberikan hidayah. (Lihat: ‘Indama Yahlu al-Masaa’: Hal: 295).
Semoga Allah senantiasa meridloi kita semuanya dan kita diberikan husnul khatimah Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.




