MUTIRARA HIKMAH (7) DAHSYATNYA WABAH VIRUS CORONA DAN CARA PENCEGAHANNYA Oleh: Abu Akrom

MUTIRARA HIKMAH (7) DAHSYATNYA WABAH VIRUS CORONA DAN CARA PENCEGAHANNYA Oleh: Abu Akrom

 

Hari-hari ini seluruh dunia dihebohkan oleh salah satu virus
yang sangat mematikan yaitu virus corona. Virus ini tengah menyebar secara global di 13 negara diantaranya Kanada, China, Jepang, Singapura, Malaysia dan lain-lain. Virus corona ini bisa jadi berasal dari laboratorium di Wuhan, yang terkait dengan program senjata biologi rahasia China. Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli perang biologis Israel.

Pada Senin (27/01), para pejabat komisi kesehatan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Hubei telah bertambah dari 56 orang menjadi 76 orang, sedangkan empat korban lainnya berada di daerah lain.

Image caption Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Wuhan
Secara keseluruhan, jumlah pasien yang dipastikan terjangkit virus corona mencapai 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 di antara mereka sakit kritis.

Dengan melihat dahsyatnya korban yang diakibatkan dari virus corona ini, membuat kita sadar betapa hidup di dunia ini penuh dengan ujian, mushibah bahkan bisa menjadi sebuah azab yang sangat mengerikan.

Kalau memang benar apa yang disampaikan oleh para pakar, bahwa virus corona ini berasal dari program pengembangan senjata rahasia biologi China, sungguh ini suatu kezoliman yang sangat nyata. Mestinya kita sebagai sesama manusia saling menjaga dan melindungi agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakan bagi orang lain.

Diantara tanda-tanda sesorang terserang penyakit virus corona adalah “demam, lemas, batuk, flu, sesak napas dan memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari sebelumnya,” demikian keterangan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta pada 22 Januari 2020.

Kalau melihat betapa mengerikan akibat virus corona ini, maka kita perlu melakukan pencegahan-pencegahan baik secara medis maupun non medis.

Adapun penecegahan penularan virus corona secara medis dari WHO dijabarkan sebagai berikut:

Pertama, sering membersihkan tangan dengan sabun dan air berbasis alkohol.

Kedua, saat batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu. Segera buang tisu dan cuci tangan.

Ketiga, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk.

Keempat, jika menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis lebih awal dan bagikan riwayat perjalanan sebelumnya dengan penyedia layanan kesehatan.

Kelima, ketika mengunjungi pasar langsung di daerah yang saat ini mengalami kasus coronavirus baru, hindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan.

Keenam, konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang harus dihindari. Daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.

Adapun secara non medis kita berlindung kepada Allah dengan banyak berdoa, diantara doa yang diajarkan oleh Rasulullah yang mesti dibaca adalah;

وَعَنْ أَنَسٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَقُوْلُ : (( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ )) . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
“ALLOOHUMMA INNII ‘AUUDZU BIKA MINAL BAROSHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA SAYYI-IL ASQOOM
Artinya :
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit yang jelek lainnya).” (HR. Abu Daud, no. 1554; Ahmad, 3: 192)

Dengan membaca doa tersebut, semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari virus corona ini dan dari penyakit-penyakit lainnya agar kita dapat maksimal dalam beribadah kepada-Nya. Aamiin.

Jakarta, 3 Jumadil Akhir 1441 H/28 Januari 2020 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA