Shalat Jum’at Masjid Al Azhar Dan Cerdasnya Prof.Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM
Pemandangan yang indah, sejuk dan sakral, dimana Jumat, 18 Juli 2025 terlaksana salat Jumat secara berjamaah di Masjid Al Azhar pondok pesantren Profesor Doktor Haji Agustitin Magister Management. Salat Jumat ini diikuti oleh para jamaah yang sebagian besar terdiri dari para peserta didik SMK Laboratorium Jakarta dan diikuti oleh segenap dewan guru dan kepala sekolah. Juga hadir para karyawan serta beberapa warga sekitar yang mengikuti secara khusyuk, khidmat dan tertib.
Suksesnya kegiatan salat Jumat ini tidak terlepas dari ikut sertanya para pengurus OSIS SMK Laboratorium Jakarta yang diketuai oleh Reza Maulana kelas 11 (Ketua Pengurus shalat Jum’at), melakukan persiapan dimulai dari mempersiapkan sound system, karpet, menyalakan kipas angin, lampu dan lain sebagainya. Sungguh semangat yang didasari oleh rasa cinta kepada agama, mereka ikhlas dan bersungguh-sungguh mensukseskan kegiatan salat Jumat ini dari awal hingga akhir. Sehingga hasilnya para jamaah demikian tertib dan khusyuk pada saat mendengarkan suara adzan berkumandang, khutbah dan salat Jumat.

Yang bertindak sebagai MC adalah Arkan Fatah Haryoputra kelas 11, Bilal/muazzin Zikri kelas 10 dan sebagai Khatib sekaligus Imam adalah Ust. Dr. H. Moh. Erfan Maulana, Lc, M.Si sebagai pimpinan pondok pesantren Profesor Doktor Haji Agustusan Magister Management.
Para petugas dengan rapi dan tertib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari kewajiban untuk mensukseskan syiar agama yang terkait dengan salat Jumat ini. Demikianlah para guru berpesan kepada para petugas dalam kegiatan salat Jumat ini agar benar-benar menunjukkan kesungguhan secara total, tidak main-main dan tidak asal-asalan.
Dalam khutbah Jumat yang berdurasi 17 menit sang Khatib yang merupakan tokoh intelektual muda dan alumni Perguruan Tinggi Al Azhar Mesir Ust. Dr. H. Moh. Erfan Maulana, Lc, M.Si menyampaikan materi khutbahnya yang bertemakan “Menghindari Bahaya Ananiyah”, tersampaikan dengan bahasa yang jelas, lugas dan tidak bertele-tele disertai intonasi yang cukup bagus membuat hati para jamaah bergetar dan sadar bahwa ternyata perilaku ananiah ini banyak dihinggapi oleh manusia di muka bumi dan bila tidak segera diobati akan merusak pergaulan sesama manusia. Karena inti dari ananiah itu adalah sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya. Seolah-olah hidup bisa dihadapi sendirian saja, padahal hidup ini adalah kebersamaan mesti ada terbangun jiwa sosial, agar dapat menjalin kerjasama dan tolong-menolong dalam berbagai hal yang diperlukan terutama membantu mereka yang hidup dalam kekurangan.
Di sisi lain suksesnya kegiatan salat Jumat di masjid Al Azhar ini adalah merupakan sikap yang mencerminkan betapa cerdasnya Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM selaku pendiri pondok pesantren dan yayasan pendidikan Acprilesma. Seolah-oleh diberi tahu oleh Allah bahwa sekolah Laboratorium Jakarta yang bernaung di bawah yayasan yang didirikannya, satu ketika akan mendapatkan limpahan murid yang sangat banyak bahkan bisa mencapai ribuan jumlahnya. Tentu bagi kita yang minim pengetahuan dan ide kreatif terkadang sulit membaca ide-ide dan karya yang pernah dicetuskan oleh sang profesor. Kita akan mengetahui setelah beberapa tahun kemudian bahkan setelah sang Profesor meninggalkan kita beberapa tahun yang lalu.
Pada salat Jumat tersebut baru peserta didik SMK Laboratorium Jakarta yang hadir, ternyata kondisinya sudah penuh di dalam masjid. In sya Allah Jumat berikutnya akan hadir para peserta didik SMP dan SD Laboratorium Jakarta bersama segenap dewan guru dan karyawan, maka akan lebih padat hingga harus menggelar karpet di halaman masjid. Dan ini adalah hal yang sangat membanggakan dan membuat kita terharu bahwa kecerdasan profesor mempersiapkan masjid untuk salat jamaah dan salat Jumat, akan menjadi pahala jariyah yang besar nilainya dihadapan Allah yang terkirim kepada sang Profesor di alam kubur.
Semoga keberadaan masjid Al Azhar Profesor Doktor Haji Agustitin Setyobudi dapat terus diberdayakan dan digunakan secara optimal untuk mencerdaskan kehidupan umat, sehingga setahap demi setahap para jamaah akan memahami bagaimana sesungguhnya pentingnya menjalani hidup berdasarkan petunjuk agama dan betapa pentingnya kita duduk bersimpuh mendekatkan diri kepada Allah di rumahnya yang dipenuhi oleh Rahmat dan ridho-Nya.
Bekasi, 23 Muharram 1447 H/19 Juli 2025 M
Penulis : Marolah Abu Akrom (Guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan guru Tahfizh SMK Laboratorium Jakarta)



