Sinar5news.com – Pertama – tama mtaman Gubernur NTB 2 periode ini menjelaskan perkataan Maulana Syeikh yg sering di ucapkan kepada murid muridnya yaitu bahwa kita berislam bukan di Negeri hayalan, tapi kita berislam di tanah yg namanya Indonesia. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kita berislam itu mempunyai Ruang dan Waktu, Ruangnya bernama Indonesia dan waktunya itu sekarang dan masa yg akan datang
Lalu beliau menjelaskan latar belakang Maulana Syeikh menamakannya NW, NW ini kata bliau artinya Kebangkitan Tanah Air/Pergerakan Tanah Air, karena menjaga tanah air sama artinya menjaga agama dan membangun agama adalah cara terbaik untuk membangun bangsa.
Lanjutnya, ketua dewan tanfiziah PBNW ini menjelaskan tentang 3 perkara kebaikan yg di wariskan orang2 terdahulu dan beliau menginstruksikan supaya pemuda2 sekarang menerukkan kebaikan2 yg di wariskan itu.

1.Ikut Turun ke Masyarakat
Bagi TGB, ada 1 ayat di dalam Al Qur’an yg sangat berkesan kepada diri beliau tentang kemuliaan rasulallah Saw, ayat yg di maksut itu adalah ayat ke 128 dari surat at-taubah yg terdapat dalam hizib NW yakni (Lakodjaa’kum rosulunmin’anpusikum sampe selanjutnya), TGB menjelaskan kenapa ayat itu sangat berkesan kepada diri bliau pribadi karena saat hayat Maulana seikh, bliau pernah mengijazahkan doa ini untuk di baca sehabis solat pardu, ulamaq menjelaskan barang siapa yg membaca ayat ini, maka hatinya akan di jaga dan jg barang siapa yg membaca ayat ini, maka iya akan di mudahkan saat mengalami syaqaratul maut. Lebih lanjut bliau menjelaskan bahwa rasulallah Saw itu mempunyai sifat Min’anfusikum (rasulallah Saw tidak pernah lepas dari masyarakat) dengan kata lain rasulallah Saw selalu turun kepada masyarakat yg masih belum mengenal Tuhannya.
2.Mahabbah
Beliau menjelaskan saat rasulallah Saw berdaqwah selama 13 tahun di mekah, terdapat banyak sekali patung2 berhala, akan tetapi rasulallah Saw tidak pernah meninggalkan kota Mekah sampai ada perintah dari Alloh SWT untuk berhijrah.
Kata ketua almunni Al Azhar cabang Indonesia ini mengingatkan kalau kita tidak boleh menyalahkan zaman, tapi salahkanlah orang2 yg berada pada zaman itu. Lanjutnya beliau menegaskan kalau seorang akan bersama orang yg di cintanya.
Kata beliau (TGB), jika ada satu dua perbedaan, hal itu tidak boleh membuat kita terpecah belah sebagai anak bangsa dan saudara seagama. Ulamaq mengatakan “segala sesuatu yg berlebihan/melampaui batas itu akan berbalik untukerusak diri kita.
3.Mencintai Ulamaq
Terkahir beliau menyampaikan tentang ulamaq, bahwa kata ulama itu bentuk jamaq dari kata alim dan alim itu adalah isim fail dari Al ilmu. Oleh karenanya, karakteristik dari ulamaq itu adalah dia mempunyai ilmu dan mencintai ilmu, beliau mengingatkan kalau kita tidak bisa menjadi ulamaq, setidaknya kita mempunyai kecintaan yg sama terhadap ilmu pengetahuan.
Ramli Ahmat
20, Januari 2020


