MATARAM – Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 8 Universitas Mataram resmi ditarik usai menjalankan program pembelajaran selama empat bulan di SDN 33 Mataram, Sabtu (14/12/2024). Penarikan berlangsung di ruang rapat utama sekolah yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Guru Pamong, Kepala SDN 33 Mataram beserta guru dan staf sekolah.
Program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI ini sudah banyak membantu meningkatkan literasi dan numerasi untuk peserta didik di satuan pendidikan sekolah dasar.

Koordinator mahasiswa kampus mengajar Khairunnisa Sukma Anjani melaporkan, program pembelajaran yang telah dilakukannya selama empat bulan di SDN 33 Mataram dinilai telah banyak memberikan perkembangan dan kemajuan belajar siswa, meskipun masih terdapat catatan-catatan yang perlu ditingkatkan oleh siswa terutama pada program literasi.
“Selama menjalankan program literasi, murid SDN 33 Mataram sudah banyak mengalami perkembangan yang cukup bagus meskipun mereka dalam bidang literasi terdapat beberapa kelemahan diantaranya kurang termotivasi untuk membaca dan daya ingat yang lemah. Ini cukup mempengaruhi perkembangan belajar siswa”, ungkap Sukma.
Sementara itu Kepala SDN 33 Mataram Samsul Huda mengapresiasi mahasiswa kampus mengajar angkatan 8 yang telah berupaya maksimal menjalankan programnya di sekolah yang ia pimpin.

“Sudah empat bulan berada di sekolah ini, banyak yang sudah diperbuat oleh mahasiswa kampus mengajar, literasinya juga sudah ada kemajuan”, ujar Huda.
Setiap program tidak ada yang sempurna, oleh karena itu untuk selanjutnya menurut Huda, Hal-hal yang kurang bisa dijadikan pengalaman untuk tidak cepat-cepat bosan.
“Jika gagal maka cari cara lain agar bisa tercapai apa yang diinginkan dalam pembelajaran, jika ada kendala selama menjalankan tugas kuncinya adalah koordinasi, saling koordinasi dengan guru pamong dan kepala sekolah”, jelasnya.
Untuk menjadi guru kata Huda, tidaklah semudah yang dibayangkan. Guru harus mampu membuat anak-anak kita senang, merasa riang gembira dalam mengikuti pembelajaran.
“Ketika ada murid yang tidak bisa membaca, yang di salahkan adalah guru maka tanggung jawab guru amat besar”, ungkapnya.

Huda juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa kampus mengajar yang telah banyak berbagi ilmu pengetahuan selama bertugas di SDN 33 Mataram.
Hal senada disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan Irfan. Dosen Universitas Bumi Gora ini menyampaikan penghargaan kepada pihak sekolah yang telah menerima mahasiswa kampus mengajar dengan baik selama menjalankan tugasnya di SDN 33 Mataram.
“Kami sadar banyak kekurangan oleh sebab itu kami menyampaikan permohonan maaf kepada bapak ibu guru, pada dasarnya adek adek mahasiswa ini dalam proses pembelajaran sehingga jika ada kekuarangan maka mungkin bisa di maklumi dengan baik”, ujar Irfan. (Red)




