Bappenda Lotim Kerja Keras Tagih Penunggak Pajak. Target PAD Naik Dari 400 M Ke 600 M.

Bappenda Lotim Kerja Keras Tagih Penunggak Pajak. Target PAD Naik Dari 400 M Ke 600 M.

Sinar5news.com – Lombok Timur – Kepala Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) Mukhsin mengatakan tunggakan pajak hingga tahun 2023 ini mencapai puluhan miliar rupiah.

Untuk itu pihaknya terus gencar melakukan penagihan kepada wajib pajak yang masih menunggak sampai dengan tahun 2023.

“Tunggakan wajib pajak itu berasal dari PT LED sebesar Rp. 7,8 miliar, MBLB sekitar Rp. 3,8 miliar belum lagi pajak masyarakat secara umum yang nilainya mencapai angka Rp. 40 miliar,”ungkapnya kepada awak media. Kamis (16/06/2023)

Menurutnya, pihaknya terus gencar melakukan penagihan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Penagihan juga dilakukan dengan berbagai pola. Pajak MBLB misalnya, pola penagihan dilakukan dengan cara menempatkan petugas di setiap lokasi tambang. Termasuk juga menempatkan petugas di setiap titik yang bisa dilewati kendaraan material tambang ke luar Lombok Timur. Baik itu di Jenggik, dan beberapa titik lainnya.

Pemkab Lombok Timur terus bekerja keras untuk menggali berbagai Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2023 ini. Terlebih lagi target PAD di tahun mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Dari target sebelumnya Rp. 400 miliar lebih sekarang naik menjadi Rp. 600 miliar lebih. 

Upaya penagihan Pemkab Lombok Timur juga menjalin kerjasama dengan pihak kejaksaan. Kerjasama ini telah berjalan sejak beberapa tahun sebelumnya, dan di tahun ini kerjasama itu kembali berlanjut.

Ia menambahkan Lombok Timur memiliki 11 item pajak yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD. Dari 11 item pajak itu potensi PAD nya ditaksir bisa mencapai angka ratusan miliar. Namun sejauh ini akunya baru hanya beberapa persen saja yang terealisasi.

“Kalau bisa kita maksimalkan kita akan bisa menghasilkan PAD yang banyak. Makanya kita sekarang sedang berusaha untuk menggarap semua potensi PAD kita. Apalagi target PAD yang harus kita penuhi tidak sebanding dengan anggaran yang kita miliki,” tandas Muksin. (CN)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA