Pembangunan Gedung Praktek SMK Bajang NWDI Ajan. Dari Dana DAK 2022 Masuk Tahap Finishing.

Pembangunan Gedung Praktek SMK Bajang NWDI Ajan. Dari Dana DAK 2022 Masuk Tahap Finishing.

Sinar5news.com – Lombok Timur NTB – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bajang NWDI Ajan Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat sebagai SMK Swasta yang mendapat program DAK Fisik tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Foto: Tontowi Johari,M.Pd (Kepala SMK Bajang NWDI Ajan) Bersama Siswa Siswinya.

Kepala SMK Bajang Tontowi Johari,M.Pd kepada wartawan menjelaskan, bantuan dari kementerian Dikbud berupa pembangunan Gedung Praktek bersama peralatannya dari DAK 2022 yang saat ini sudah dalam tahap finishing.

“Alhamdulillah pembangunan gedung praktek dari dana DAK tahun 2022 sudah masuk tahapan finishing dan saat ini sedang kami melakukan pengecatan, satu Minggu lagi InsyaAllah pekerjaannya sudah 100 persen,”kata Tontowi saat dijumpai dilokasi bangunan. Ahad (15/01/2022).

Foto: Nampak Pekerjaan Dalam Ruangan Praktek.

Tontowi sangat meyakini bahwa pembangunan Gedung praktek itu memiliki konstruksi yang paten, karena pekerjaan dengan pola Swakelola type satu, sangat banyak unsur yang terlibat untuk mengawasi pekerjaannya, baik dari Dinas, Fasilitator, masyarakat sekitar dan pihak sekolah.

“Saya pastikan bangunan DAK 2022 dengan sistem swakelola type satu ini sangat baik, karena kami dari pihak sekolah terlibat langsung bersama fasilitator dan masyarakat untuk mengawasi semua jenis kegiatannya. Terutama materialnya, baik material alam,toko dan material pabrikan. Kalau tidak sesuai dengan spek langsung kami kembalikan,”tegasnya.

Ia juga menambahkan gedung praktek siswa yang dibangun dengan dana DAK 2022 memenuhi standar bangun gedung praktek. Beda dengan gedung praktek siswa yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.

“Gedung praktek siswa yang dibangun dengan anggaran DAK 2022 sudah sangat memenuhi syarat, karena dibangun dengan konstruksi yang paten dengan tembok yang tingg,”paparnya.

Tontowi mencontohkan, kalau gedung praktek yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya temboknya rendah, sehingga kalau ada aktivitas siswa yang lagi praktek permesinan akan bising karena tembok prakteknya rendah tidak ada jalan untuk mengeluarkan atau membuang suara bising itu.

Kepala SMK Bajang NWDI Ajan Tontowi menambahkan, sekolahnya mengambil coor tata busana dengan jurusan menjahit dan pihak sekolah sudah banyak menerima pesanan atau orderan dari sekolah lain untuk pembuatan baju seragam sekolah terutama seragam olahraga raga.

“Anak didik kami di SMK disamping mereka belajar jahit menjahit juga mendapat upah. Karena kami memiliki order pakaian seragam dari sekolah lainnya yang jumlahnya ribuan stel pertahun. Sehingga omzet kami ditahun kemaren mencatat angka sampai Rp.600 juta,”ungkapnya sembari mengatakan yang kerja Anak didik yang benar-benar terampil dari kelas II dan III, sehingga hasilnya memuaskan bagi yang memesan.

Sementara itu kepala tukang pembangunan Gedung praktek SMK Bajang Sajidi yang dikonfirmasi dilokasi pekerjaan tentang kualitas bangunan yang dikerjakannya, mengaku baru kali ini ia mengerjakan proyek yang sangat detail pekerjaan dan pengawasannya.

“Saya sudah puluhan tahun jadi tukang baru kali saya kerjakan pekerjaan yang sangat teliti dalam pengawasan. Contoh satu lonjor saja besi yang tidak sesui dengan spek pasti dikembalikan. Saya yakin gedung ini akan bertahan lama karena material yang masuk yang paten-paten dan sesuai spek, dan sistem swakelola ini tidak bisa dimainkan karena terlalu banyak pengawasnya. Ada dari, Dinas, fasilitator, masyarakat dan juga pihak sekolah yang tetap mengawasi kita kerja disini,”tutupnya.(red)

 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA