Oleh : Pahri Lubisis.
” صاحب من الناس كبار العقول واترك الجهال أهل الفضول واشرب نقيع السمع من عاقل واسكب على الأرض دواء الجهول “. ،( عمر الخيام )
” Bersahabatlah dengan orang-orang yang memilki intelektual yang tinggi, dan biarkanlah mereka orang-orang yang jahil dari rasa ingin tahu, dan minumlah, terapilah dirimu dengan mendengarkan nasehat yang baik dari orang memiliki wawasan luas, dan tumpahkan ke dalam tanah obat yang jahil ” (Omar Khayyam).
Barakallahu fikum jami’an, semoga kita dapat bersahabat dengan orang orang memiliki akal yang cerdas, orang yang memiliki wawasan luas. Menghindari berteman dengan orang yang tidak punya ilmu, yang dangkal pengetahuannya.
Rasulullah menyampaikan bila ingin mengetahui karakter seseorang lihatlah sama siapa dia berteman, teman nya menggambarkan keadaan dirinya فلينظر إلى من يخالل perhatikan kepada siapa dia berteman. Berteman dengan orang yang baik, tentu ikut menjadi baik, berteman dengan seorang ustaz lambat laun ikut menjadi ustaz, sebaliknya berteman dengan orang jahat lama lama ikut menjadi jahat, menganggap enteng ibadah. Setiap Muslim harus selektif siapa yang mau di jadikan teman dekat.
Teman yang di pilih secara selektif adalah teman yang taat beribadah kepada Allah swt yang menjadi tolak ukur sebab kalau memiliki teman yang tidak taat beribadah, di khawatirkan tertular, ikut malas beribadah, tidak boleh cuek dalam memilih teman, karena Pengaruh teman dapat menentukan karakter dan pemahaman Agama seseorang. Pertemanan adalah suatu hubungan yang positif, sebab dalam Islam seorang mukmin yang satu dengan yang lainnya ibarat sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain, harus komplit material nya biar kokoh bangunan nya.
Begitu juga dengan persahabatan akan menjadi kokoh bila yang satu membutuhkan di bantu yang lain. Allah menolong hamba Nya selama hamba mau menolong saudara laiinya dalam hal kebaikan. Memilih teman yang jujur mutlak di perlukan sesuai dengan makna sahabat karena di anggap jujur kita mau berteman dengan nya, kalau tidak jujur akan pudar persahabatannya, antara suami istri juga kalau tidak jujur bisa pudar, dan juga yang menjaga amanah bila kita menitipkan sesuatu.
Teman yang baik adalah membangun kegiatan hal yang bersifat positif, serta selalu menjaga silaturrahmi yang baik di antara mereka, tidak putus persahabatan gara gara hal sepele menghantam arus pertemanan.
Bagian kedua terapi yang tepat adalah mendengarkan nasehat dari orang yang bijak, berdasarkan ilmu, kuburin ke tanah sedalam dalam nya ucapan yang tidak baik yang di sampaikan oleh orang yang jahil, yang tidak bermanfaat tanpa argumentasi yang jelas, sebagai solusi yang tepat.
Semoga kita berteman dengan orang sholih, cendikiawan agar kita dapat sharing ilmu pengetahuan, sering muzakarah tentang hal hal yang baik melihat situasi sosial keagamaan, menjauhi berteman dengan orang yang jahil dungu, mulutnya bau dan pedas tanpa etika, dan kelakuan yang tidak terpuji, hati hatilah memilih teman. Amin ya Rabbal’alamin. والله أعلم بالصواب
Jum’at, 22 Juli 2022.



