Jakarta, Puluhan mahasiswa yang tergabung di HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA MOROWALI menggelar unjuk rasa di KEMENTRIAN PERHUBUNGAN Jumat (13/5/2022). Mereka menyuarakan penolakan jetty perusahaan PT tiran Indonesia di Desa Matarampe, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Aksi diawali dengan berorasi di titik kumpul, di depan Kementrian Perhubungan (KEMENHUB). Selain berorasi, para mahasiswa juga membentangkan spanduk dan poster-poster penolakan Izin pembangunan pelabuhan di Desa Matarampe dikarnakan belum mengantongi izin Tersus (ilegal).
Sementara itu masa aksi melayangkan dua tuntutan terhadap pt tiran indonesia di depan gedung kementrian perhubungan :
“Mendesak kementrian perhubungan untuk segera memanggil dan memeriksa Dirut Operasional PT Tiran Indonesia yang beroperasi di Morowali desa Matarampe (sulteng) karena diduga Kuat belum Mengantongi Izin Pemda Morowali (ilegal)”
“Mendesak Kementrian Perhubungan untuk segera Mencabut Izin Tersus PT tiran indonesia di Konawe Utara namun beroperasi secara ilegal di morowali sejak tahun 2017”
Koordinator lapangan (korlap) aksi Imam Safii Mengatakan PT Tiran Indonesia yang memproleh surat izin pembangunan Tersus dengan Nomor A.258/AL.308/DJPL/E. Kemudian, surat izin pengoprasian Tersus no.A.382/AL.308/DJPL/E. di wilayah konawe utara, Tetapi mereka melakukan pelanggaran hukum yaitu mencaplok sebagian wilayah di desa matarampe kab morowali, dikarenakan wilayah pembangunan jetty atau pelabuhan berada di titik koordinat wilayah Morowali,
pihaknya menolak segala bentuk perampasan dan pencaplokan yang mengakibatkan kerugian bagi rakyat di Desa Matarampe, yang dimana mereka tentu sangat merugikan masyarakat morowali karena dengan beroperasi secara ilegal PT Tiran indonesia mengabaikan kewajiban perusahaan seperti pemberian dana CSR kepada penduduk desa matarampe , dana PPM dan pemasukan pajak daerah untuk kesejateraan masyarakat morowali,
“Bagaimana bisa jetty yang letaknya di Morowali, pajaknya dibayar di Sulawesi Tenggara? ini jelas ada permainan,” tegasnya.
Penolakan Yang dilakukan HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA MOROWALI dan Masyarakat Matarampe, atas upaya pencaplokan yang dilakukan pt tiran indonesia, yang sudah dilakukan di Desa Matarampe sampai detik ini masyarakat masih menolak pembangunan jetty di Desa Matarampe pungkasnya.
Sementara itu, Heri Ismail Ketua Umum HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA MOROWALI, juga mengatakan bahwa aktivitas pt tiran indonesia itu sudah berlangsung sejak lama, dan Bupati Morowali sudah pernah mengeluarkan surat penghentian kegiatan Jetty tersebut, tapi ternyata mereka masih melakukan kegiatan disana. Surat Bupati diabaikan, itu pertanda pt tiran indonesia tidak memiliki iktikad baik dan kami juga menduga ada bekingan yang kuat dan mafia besar di balik perusahaan itu.


