JAKARTA – Seluruh Siswa SDI Nahdlatul Wathan Jakarta antusias mengikuti Pesantren Ramadan yang digelar di sekolah.
Pesantren Ramadan ini menjadi kegiatan keagaaman unggulan sekolah karena sangat berperan penting dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa.
Ketua Panitia Pesantren Kilat Pak Bayu Sugara, S. Kom. I mengatakan, pendidikan karakter tidak boleh berhenti karena menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari hari kepada siswa dan mencegah siswa bermain yang tidak jarang menciptakan keresahan sehingga kehadiran Pesantren Ramadan di tingkat sekolah harus terus dibudayakan.

“Kami ingin selama Ramadan aktivitas ibadah meningkat. Untuk itu perlu pembiasaan kepada anak baik membaca Al-Quran, shalat lima waktu dan ibadah lainnya sehingga kemudian menjadi kesadaran pribadi. Kalau siswa sudah terbiasa dengan praktik ibadah maka karakternya pun akan positif,” kata Bayu Sugara.
Kepala Sekolah SDI Nahdlatul Wathan Jakarta Bapak H. Sofawi, S. Pdi mengatakan , membiasakan ibadah pada saat usia dini menjadi prioritas dalam pendidikan keagamaan. Disamping itu pendidikan akhlak dan budi pekerti dalam kehidupan sehari sehari juga menjadi bagian yang diterapkan dalam kegiatan pesantren Ramadan.



